pembantu

Pembantu Semok Digagahi Oleh Anak Majikan Boskita Umur 18 Tahun. Namaku Alex, umurku 18 tahun dan skrg aku hidup sendiri. Alasannya adalah karena ayahku harus dinas di luar negri selama 3 bulan, perusahaannya melakukan perjanjian kerja yg cukup penting dan ayahku lah yg ditunjuk sebagai penanggung jawab proyek kerja itu. Aku gk terlalu paham apa pekerjaan itu dan aku gk peduli. Dan karena itu, ayahku menyerahkan urusan rumah pada kedua pembantuku, pak Kadrun dan mbok Parmi.

Pak Kadrun sudah bekerja pada ayahku sejak aku lahir, begitu pula dg istrinya mbok Parmi. Pak Kadrun bertugas sebagai supir karena ayahku tak terlalu suka menyetir dan aku sendiri meski bisa tp kadang malas nyetir jg. Tentu pak kadrun sangat bersyukur bisa tetap kerja meski aku sudah bisa nyetir. Tak mengherankan karena umur pria itu sudah 60tahunan. Sementara itu mbok Parmi sebagai pembantu bertugas mengurus urusan rumah tangga, dr menyapu, cuci baju, setrika dan tentunya masak. Pak Kadrun sendiri selain nyetir jg bertugas membersihkan rumah dan kolam renang di belakang rumah, Ya, keluargaku bs dibilang keluarga yg cukup kaya.

Aku terbangun dr tidurku oleh suara dering hp ku yg lumayan keras. Dg perlahan mataku mulai membiasakan diri dg suasana sekitarku. Tirai kamar yg masih tertutup menghalangi sinar mentari yg sepertinya sudah cukup terang dr luar kamar.
“Mmmmhh siapa sih…”, gumamku sambil meraih hp yg tergeletak di meja sisi ranjangku.

Aku melihat ke layar hp yg sudah ku buka kuncinya, nama Lena tercantum di layar hp. Aku menekan tombol di layar yg menerima telpon dr Lena.
“Gimana beb?”, tanyaku pada Lena pacarku.
“Beb, kok baru bangun sih? Katanya mau ke mall? Jadi gk?”, tanya Lena terlihat agak jengkel.
“Astaga sorry beb, gw lupa!”, seruku segera tersadar penuh dan bangun dr tidurku.
“IIiiih gimana sih! Awas klo gk cepet-cepet kesini, gw tunggu!”

Aku menghela nafas, yah kalau Lena sudah ngambek, artinya Alex harus membelikannya setidaknya satu baju. Alex tak ambil pusing, ia turun dr ranjang dan meregangkan badanku. Di cermin lemari bajuku terlihat tubuhku yg hanya tertutup celana kolor, perut nyaris six pack ku masih perlu usaha supaya benar-benar terbentuk tapi aku terlalu malas untuk ke gym akhir-akhir ini.

Sekali lagi aku meregangkan badan dan menggaruk rambutku sebelum kemudian keluar dr kamar. Tp begitu aku buka pintu kamarku, mbok Parmi rupanya sudah didepan kamar.
“Eh mas Alex! Kaget saya mas, baru aja simbok mau bangunin”, kata pembantu sedikit kaget, sepertinya ia baru mau mengetuk pintu kamarku.
“Hahaha iya mbok sorry sorry”, kataku.
Pembantu itu tersenyum,”Ya udah, mandi dl mas, sarapannya udah siap”
“Ok mbok, oh ya, pak Kadrun dimana mbok?”, tanyaku.
“Itu lg manasin mobil mas, mas mau pergi?”, tanya pembantuku.
“Iya mbok, mau ke mall sama Lena”
“Oooh, ya udah simbok bilangin ke bapak dl aja”, kata pembantuku segera meninggalkan Alex.

Alex segera ke kamar mandi dan membilas diri, sekitar 10 menit kemudian, Alex sudah bersih dan wangi. Alex sarapan cepat sebelum kemudian mencari pak Kadrun.
Pak Kadrun rupanya sedang minum kopi di teras rumah, saat sedang menyeruput kopinya ia menyadari aku yg berjalan keluar ruang tamu.
“Eh mas Alex, udah siap mas?”, kata pak Kadrun menaruh segelas kopinya kembali kemeja di teras.
“Iya pak, tolong anter ke Lena dl ya pak”, kataku.
“Siap mas”, kata pak Kadrun.

Aku masuk kedalam mobil dan pak Kadrun segera menyetir mobil itu keluar rumah sementara mbok Parmi dg cepat menutup gerbang rumah setelah mobil itu masuk ke jalan.
Saat mobil terhenti di persimpangan jalan, pak Kadrun menguap cukup lama sehingga perhatianku teralihkan.

“Ngantuk pak?”, tanyaku.
“Hoaaahm iya nih mas, tenang aja bapak tetep bs fokus kok mas”, kata pak Kadrun setelah sekali lg menguap.
“Hbs begadang apa gmn pak?”, tanyaku penasaran, aku tahu orang mengantuk sebaiknya diajak ngobrol meski pak Kadrun bilang ia tetap bisa fokus.
“Hahaha y… Ya gt lah mas”, kata pak Kadrun agak gugup.
Aku makin heran,”Nonton bola?”

“A… Ah gk mas, o… Oh iya mas Alex ke mall sama non Lena buat apa mas? Mau nonton?”, kata pak Kadrun makin gugup.
Meski penasaran, aku merasa pak Kadrun terlalu malu menceritakan apa yg sebenarnya terjadi td malam. Yah sudahlah, pikirku.
“Iya pak nntn, tp ya sama belanja. Hahaha kyknya Lena lg ngambek nih”, kataku santai.
“Waaaah gara-gara apa mas?”
“Ya itu, kemarin aku bilang mau ngajakin Lena ke mall agak pagi, tp aku kesiangan”, kataku melihat ke jam dilayar hp ku, 10.30 yg artinya memang aku terlalu siang.

Pak Kadrun gantian bertanya,”Nah, mas Alex ngapain begadang semaleman?”
“Yah biasa lah pak, main game. Tahu-tahu udah jam 2 malem!”, kataku sambil tertawa garing. Memang game yg seru itu selalu membuatku lupa waktu.
“Walaaah ya gk heran kalau non Lena marah mas”, kata pak Kadrun.
“Ya makanya itu dia jadi minta beliin baju pak”

Pak Kadrun dan aku tertawa kecil, setelah itu aku mengajak pak Kadrun ngobrol soal hal-hal remeh yang aku lihat dijalan supaya pak Kadrun tak tertidur.
Setelah sampai dirumah Lena, pacarku yg cantik itu segera masuk kedalam mobil dan mencubit lenganku,”Iiiih kok kesiangan sih beb! Td malem habis apa?”
“Main game beb, hehe makanya jd telat tidur”, kataku santai.
“Beneran? Gk selingkuh lu beb?”, kata pacarku curiga.
Aku menghela nafas,”Ya gak lah beb, kan lu pacar gw”
“Bohong!”

Aku menghela nafas lg, Lena memang gadis pencemburu. Saat jalan pun ia tak jarang mengatakan ada cewek yg melirikku dan selalu curiga aku memberi perhatian ke cewek lain dg harapan akan selingkuh. Lumayan membuatku jengkel kadang dan tak jarang aku berpikir ingin putus dg Lena. Tp karena Lena cukup cantik, aku sering urungkan niatku.
“Hhhh ya udah klo lu gk percaya beb”
“Iiiiihh berarti bener donk!”

Aku benar-benar mulai jengkel skrg,”Beb, klo lu gk percaya sama gw gk apa-apa. Inget, dulu gw cuma minta lu percaya sama gw klo gw gk bakal selingkuh, dan gw gk minta apa-apa dr lu”
Lena terdiam, ya tak heran karena memang aku gk pernah minta apa-apa dr dia. Gw selalu nurutin permintaan dia dan gk jarang gw ngalah kalau apa yg gw mau bertentangan sama dia.
Aku cuma diam dan menatap keluar jendela mobil, sepertinya jalan-jalan ke mall kali ini bukan hal yg menyenangkan.

Sore harinya, aku sudah kembali dirumah. Aku pulang naik taksi dan segera masuk kedalam kamar. Dugaanku td benar, di mall aku dan Lena sering cek cok, dan selalu saja Lena ngambek karena katanya ‘ada cewek2 yg ngelirik ke arahku’ dan Lena pun minta supaya aku gk ganteng2 banget. Jelas permintaan paling konyol yg pernah aku dengar.

Hp ku masih berdering dan aku putuskan untuk mematikan hp ku selama aku menenangkan diri. Aku tahu siapa yg menelponku sedari tadi, paling si Lena yg marah atau malah sedih karena kata2 terakhir yg aku ucapkan sebelum aku nyari taksi adalah ‘kalau kamu gk suka aku kyk gini, mendingan kita putus aja’. Yah, argumenku tentunya adalah supaya ia tak stress lg punya pacar ‘gantengnya bikin cewek2 melirik’.
Aku sendiri jengkel tak hanya karena Lena cemburuan, tp jg karena Lena selalu pakai alasan yg sama. Padahal aku sendiri tak menganggap aku seganteng itu. Kalau jalan sendiri pun aku merasa tak ada yg peduli denganku dan aku lebih suka kyk gt. Ah sudahlah, aku perlu tidur.

Mataku perlahan terbuka, aku tak tahu ini jam berapa dan aku tak tahu sudah berapa lama aku tidur. Mataku mulai mencari jam yg terpasang di tembok kamar dan jam itu menunjuk pukul 11.15. Aku menghela nafas, melihat ke arah jendela yg menyuguhkan gelapnya malam, aku rupanya tidur selama hampir 9 jam.
“nNNGGHHH”, erangku meregangkan badan.
“Hhh gak bakal bs tidur nih gw…”, gumamku. Sekali lg aku menghela nafas, aku melirik ke hp yg mati dan aku malas membuka hp itu.
Kruyuuuuukkk…

Perutku berbunyi cukup keras, tak heran karena aku tak makan siang(td dimall hanya makan cemilan sambil jalan dg Lena) dan aku tak makan malam. Mbok Parmi kadang menyimpan sisa makan malam di kulkas dan siapa tahu ada yg bisa aku makan sehingga aku turun dr kasur dan keluar dr kamarku. Suasana rumah cukup sepi dan gelap tp karena ini rumahku, dalam gelap pun aku bisa mencapai dapur tanpa masalah.

“Nice, ada yg gk di masukin kulkas”, kataku melihat ada lauk berupa semur ayam yg masih cukup banyak di wajan diatas kompor.
Aku mengambil piring dan nasi yg masih tersisa dan diam2 makan di ruang makan. di dekat ruang makan itu ada kamar mandi dan satu pintu lain yg merupakan kamar pak Kadrun dan istrinya dan karena aku tak mau mengganggu malam mereka, aku tak terlalu bersuara saat makan. Tp kemudian ada suara2 lain yg muncul di dalam kamar pak Kadrun.
“Masih belum bisa pak?”, kata pembantuku dr dalam kamar.
“Belum bu… Mmmhhhh”,balas pak Kadrun terdengar mengerang.
“Coba sini pak”, balas pembantuku.

Alex mulai mendengar suara erangan kecil tp kemudian sunyi. Alex kembali menyantap makan malamnya, tp kemudian suara erangan dr pak Kadrun terdengar lg dan kemudian lagi2 pak Kadrun terlihat gagal melakukan sesuatu.
Aku menaruh piring di wastafel dan saat kembali ke ruang makan saat hendak ke kamarnya sendiri di lantai 2, ia kembali mendengar suara erangan.

“Nnggghhh gk bs bu…”
“Hhhhh tp ibu beneran pengen pak, bisa2 sakit kepala besok pak”, kata mbok Parmi.
Alex jadi penasaran, apa pembantuku sakit? Ia melihat celah pintu kamar itu tak tertutup sempurna sehingga Alex bs mendekat dan mungkin melihat kedalam kamar.
Saat matanya melihat kedalam kamar, Alex kaget sebelum kemudian mengutuk dirinya sendiri karena ia kaget. Apa lg yg ia pikir terjadi saat sepasang suami istri ada di kamar malam2? Sudah pasti lah pak Kadrun dan mbok Parmi sedang berhubungan suami istri.

Alex tahu ia seharusnya segera mundur dan kembali ke kamarnya tp situasi di kamar terlihat kurang nyaman bagi keduanya.
Pak Kadrun dan mbok Parmi duduk diatas ranjang, bersandar di tembok. Pak Kadrun hanya memakai kaos dalam, kemaluannya terlihat kecil dan lemas sementara itu mbok Parmi sudah telanjang bulat. Badannya yg agak gemuk diimbangi dg payudara mbok Parmi yg cukup besar dan menggantung bebas.

Ekspresi kedua pasutri itu terlihat frustrasi, meski begitu pak Kadrun terlihat murung dibanding istrinya yg terlihat gelisah.
“Bapak bener2 udah gk bs bu”, kata pak Kadrun.
“Iya pak… Tp gmn ini pak… Masa’ ibu pake terong lagi?”
Alex terbelalak, apa mbok Parmi masturbasi pakai terong? Apakah ia pernah makan terong buatan mbok Parmi?
“Y… Ya mau gmn lg bu… Bapak skrg udah gampang capek, kalau pun bisa jg gk lama… Ibu jg kok makin lama makin…”, kata pak Kadrun tak berani mengatakan kata2 terakhir di kalimatnya.

“Ya ndk tw pak, kyknya sejak pijat sama bapak itu dikampung”, kata mbok Parmi.
“Oh. Iya ya… Hoaaahmmmm…”
“Lha gmn ini pak…”
“Y… Ya kita pikirkan besok bu…”, kata pak Kadrun menjatuhkan diri di ranjang dan mulai tidur.

Pembantuku kemudian turun dr ranjangnya dan meraih daster, aku segera menjauh dr pintu dan dg sigap kembali ke kamarku sebelum ketahuan.
Dan seperti dugaanku td, aku gk bs tidur sama sekali. Selain karena ia sudah tidur terlalu lama, jg karena ia sudah terekspos tubuh pembantuku. Entah kenapa ada rasa geli yg aku rasakan, baru sekali ini aku melihat tubuh seorang wanita dewasa. Aku bukan perjaka, jd aku sudah pernah lihat tubuh cewek tapi tubuh pembantuku terlihat… Menggoda?

Aku bs merasakan kontolku mulai keras dan karena itu aku turun dr ranjang dan duduk di depan komputer. Tak perlu waktu lama sebelum aku mulai browsing situs video porno. Rasa penasaranku makin bertambah saat aku browsing video dg tag baru, MILF, mature atau bahkan chubby mothers. Tanganku mulai mengocok kontolu yg sudah keras, dan video persetubuhan pemuda dg wanita dewasa terlihat sangatlah panas.

Aku merasa mendapat angin baru soal sex yg memang akhir2 ini agak membosankan setelah sering memadu cinta dg gadis seumuran yg cantik2. Malam itu aku sampai hampir subuh nonton video2 bokep dan setelah puas, baru aku bisa tidur dg cukup nyenyak.

Keesokan harinya, seperti dugaanku Lena sudah mengirimkan banyak sms, chat wa, misscalls dan bahkan email meminta kejelasan dariku. Aku skrg benar2 yakin aku ingin jomblo lagi, toh setelah ini aku dan Lena akan beda kampus dan aku tahu dia akan kuliah di luar kota, sehingga aku tak masalah putus beneran dengannya.
Aku menempelkan hpku di telinga dan mulai mendengarkan Lena yg marah2 lagi.
“Kamu tu gimana sih, semaleman gw telpon kok gk angkat2?!”
Aku nyaris menutup telingaku, bahkan lewat telpon pun jeritannya agak sakit ditelinga.

“Ya mau apa lg, kan gw udah blg klo lu gk bs percaya sama gw menidngan kita putus aja. Gw jg capek Len lu tuduh sleingkuh terus2an gini”, kataku tegas.
“Y… Ya kan gw sayang sama lo Lex”, kata Lena kini mulai memelas.
“Gw jg, tp sorry, gw jg sayang sama diri gw sendiri. Drpd gw menyiksa diri maksain lu percaya sama gw yg

jelas2 gk pernah lu percaya, mendingan kita putus aja. Mungkin gw bukan jodoh lo Len”, kataku kemudian menutup telpon.
Aku menghela nafas lg kemudian aku melihat kearah jam, jam 6.15.
“Mandi… Sekolah…”, gumamku. Kuharap Lena gk ngejar2 minta balikan, aku benar2 yakin pacaran sama Lena bisa bikin aku kena tekanan darah tinggi.

Setelah selesai makan dan sarapan, aku siap2 ke sekolah. Aku agak canggung melihat mbok Parmi karena aku sudah melihat wanita ini telanjang, tp aku melihat mbok Parmi terlihat agak bad mood. Aku tak bicara banyak sehingga aku mencari pak Kadrun saja dan segera ke sekolah.
Seperti kemarin, pak Kadrun terlihat stress dan kurang tidur dan seperti kemarin pula pria itu meminum kopi yg sepertinya sama sekali tak pakai gula.
“Yok pak”, kataku.
“O… Oh ok mas”, kata pak Kadrun kaget.
“Kurang tidur lg pak?”, kataku mendekati mobil, begitu jg dg pak Kadrun yg mendekati sisi sopir mobil.
“I… Iya mas…”

Aku agak iseng, aku tahu pak Kadrun pernah memergokiku tidur dg cewek di kamarku dan karena pak Kadrun tak mau dipecat juga karena melaporkanku ke ayahku, kita menganggap sudah lumrah saja kalau aku punya ketertarikan pada perempuan seperti itu.
“Hahaha ya minta simbok nina boboin aja lah pak”, kataku sambil tertawa kecil.
“W… Wah… Ya itu mas…”
“Hmm kenapa pak? Cerita aja”, kata ku memancing pak Kadrun.

Mungkin karena pak Kadrun pernah memergokiku ngentot cewek sehingga kadang, meski jarang, kita bercanda soal hal2 yg berbau seksual.
“Y… Ya itu”
“Mbok Parmi dah gk kuat pak?”, tanyaku meski aku tahu jawabannya.
“Wah klo ibu mah masih kuat mas, wong ibu jg masih belum menopouse”, kata pak Kadrun.

pembantu
Ilustrasi gambar

Alex mengangguk, ia mengingat kalau tak salah mbok Parmi memang belum ada 60 tahun, mungkin baru 53 tahunan.
“Trus? Brrti mbok Parmi masih bisa kan pak?”
“Ya itu mas, ibu memang masih bisa tp sayanya mas yg…”, kata pak Kadrun terlihat malu dg dirinya sendiri.

“Ooohh”, aku tak mau mengatakan yg sudah jelas tak akan mungkin dikatakan pak Kadrun.
“Yah mau gmn lg mas, bapak jg udah umur 63 tahun gini, kyknya bapak sudah masuk masa menopouse…”, kata pak Kadrun.
“Hmmm… Gt… Pantesan…”, kataku refleks.
“Ha? Pantesan gmn mas?”
“O… Oh, gk pak, kok td saya lihat mbok Parmi kyk badmood gitu, murung gt lah pak”, kataku agak gugup.

“Oooh iya sih mas, bapak jg bener2 gk enak sama ibu. Ibu jd gampang uring2an sama bapak. Ya bapak tahu ibu sayang sama bapak tp ya itu mas, bapak kasihan sama ibu yg masih butuh…”, kata pak Kadrun.

Kontolku terasa mulai keras, jelas aku teringan tubuh pembantuku yg montok tp sexy itu.
“Gk… Gk minta tolong aja pak?”
“Ah mas ini, siapa jg yg mau mas. Wong simbok dah tua, kalau mau bayar jg bapak gk berani mas”
“Ha? Kenapa pak? Kan gaji dr papah lumayan tuh”, kataku.
“Ya gk beraninya nnti kalau kena penyakit mas”
“Aaaah iya jg”, gumamku.
“Duh, makanya itu mas, bapak pusing…”
“Hahaha wah padahal saya lihat mbok Parmi bohai2 mantap gt pak, pasti adalah yg mau”, kataku bercanda.

Pak Kadrun ikut tertawa,”Wah siapa mas? Emg mas mau?”
“Ya kalo ditawari ya saya terima aja lah pak”
“Hahaha wah mas ini, wong ibu kan udah kyk ibu kandungnya mas sendiri, wong dr kecil jg yg ngerawat mas kan ya ibu”, kata pak Kadrun telrihat tak lagi memikirkan soal bebannya.
“Iya jg ya, tp kan skrg Alex dah gedhe pak. Kan ya bapak tahu Alex udah pernah main sama cewek jg”, kataku, entah kenapa agak tergoda dan penasaran gmn rasanya ML dg wanita bohai seperti pembantuku.

“Hahaha iya jg ya mas”, kata pak Kadrun.
Setelah itu obrolan pun berakhir dan pak Kadrun fokus ke jalan, aku tak terlalu memperhatikan jalan. Pikiranku masih tertempel rasa penasaran gmn rasanya nge sex dg pembantuku.

Malam harinya, setelah makan malam, aku kembali ke kamar untuk mengerjakan tugas2 yg makin banyak karena akhir tahun pelajaran dan ujian nasional makin dekat. Jam 8 malam, tugas2 ku sudah hampir selesai saat pintu kamar diketuk.
“Masuk”, kataku.

Saat pintu dibuka, pembantuku masuk kedalam kamarku dg membawa sepiring pisang goreng.
“Maaf ganggu mas, ibu simbok bawa cemilan”, kata pembantuku.
Aku lihat pembantuku, seperti biasa ia memakai daster rok panjang yg menutupi seluruh tubuhnya. Tp aku tahu keindahan yg disembunyikan oleh wanita yg memang sudahs eperti ibuku sendiri itu.
“Oh ya mbok, makasih”, kataku bangun dr posisi tengkurapku yg menjadi posisi mengerjakan PR dan belajar favoritku.
“Banyak mas tugasnya?”

Aku agak penasaran, biasanya mbok Parmi tak berlama2 kalau tahu aku sedang belajar tp aku layani saja obrolannya.
“Iya mbok, ya wajar lah kan udah mau ujian kelulusan 3 bulan lagi”, kataku duduk diatas ranjang.
Seperti dugaanku, ada yg aneh karena pembantuku kemudian duduk di sisi ranjang dan melihat buku2 sekolahku.

“Wah, simbok malah gk paham mas pelajaran SMA gini. Ya simbok cuma lulusan SD mas”, kata pembantuku melihat ke buku2 pelajaranku.
“Alex ajarin mau mbok? Hehe”
“Ah mas ini bisa aja”, kata pembantuku.

Kemudian, senyap. Agak canggung memang tp pembantuku jg telrihat agak canggung dan gugup dg kondisi ini. Aku sendiri tak tahu apa sebaiknya aku mengusir pembantuku atau tidak tp kemudian pembantuku membuka mulutnya.
“A… Anu…”
“Hmm gmn mbok?”
“I… Itu… Tadi kata bapak…”, kata pembantuku.
“Pak Kadrun?”, kataku heran dan mendekati pembantuku, duduk di dekat pembantuku.
“Y… Ya itu mas.. Emmmm”
“Ya? Gmn?”, tanyaku mendekati mbok Parmi.
“M… Maaf mas, gk jadi, simbok beresin dapur dl mas”, kata pembantuku segera berdiri dan pergi dr kamarku.

Aku agak heran, meski aku punya tebakan pak Kadrun cerita soal tadi pagi ke mbok Parmi. Saat hari makin malam, aku yg hendak tidur tp haus keluar dr kamar dan berjalan ke dapur. Lagi2 aku lihat kamar pak Kadrun tertutup dg sinar lampu lolos dr celah pintu kamar.
Aku mendekati pintu itu, penasaran dg isi kamar itu dan saat ia mengintip, ia bs melihat pak Kadrun dan mbok Parmi tiduran dan ngobrol.
“Ibu malu lah pak”
“Lha gmn bu, td mas Alex blg gt”, kata pak Kadrun.
“Ya paling kan itu bercanda aja pak, mana mungkin mas Alex mau sama ibu”, kata pembantuku.

Alex mengangguk, dugaannya benar dan sepertinya td mbok Parmi hendak ‘minta jatah’ atau mungkin menggodaku tp tak heran kalau wanita itu malu.
“Hhhh ya udah, lha gmn bu, kalau sama org lain bapak gk rela. Kalau sama mas Alex ya bapak masih bs terima, mas Alex udah kyk anak kita jg”

“Bapak edan, bapak gk apa2 klo ibu dientot anak sendiri?”, kata pembantuku.
“Ya kan kita gk punya anak bu. Maksud bapak, mas Alex kan kyk keluarga sendiri tp gk ada hubungan darah jd ya ndk apa2 lah…”
“Hush, masa’ sama anak majikan sendiri gt pak, kalau tuan sampe denger gmn”, kata pembantuku seolah ayahku ada dirumah.
“Iya bu…”
Keduanya diam, jelas aura kamar itu agak tak nyaman sehingga aku mundur lagi dan kembali ke kamarku setelah minum.

Aku berpikir semalaman, bahkan sampai disekolah pun aku masih kepikiran. Apakah ia benar2 mau bercinta dg pembantu? Kalau iya, kenapa ia tidak sosor saja wanita itu tadi malam? Yah, aku tahu alasannya, aku masih menghormati pembantuku yg memang sudah seperti ibuku sendiri. Dan, apa karena itu aku ingin mencoba menikmati wanita dewasa? Karena aku tak punya ibu kandung?
Alex membulatkan tekadnya, ia berharap ia tak membuat keputusan yg salah. Ia tak mau merusak hubngan suami istri pembantunya tp jg ia tak terlalu suka melihat kedua pembantunya itu frustrasi dirumahnya.

Dan lagi, siapa tahu, ngentot wanita dewasa bs memberinya sensasi baru yg mungkin tak kalah nikmatnya dg gadis muda?
Aku menatap kedepan, pak Kadrun dr tadi telrihat agak gugup dan sesekali melirik ke spion tengah mobil.
“Kenapa pak?”
“Oh, e… Enggak mas”
“Oh ya pak, kemarin simbok kenapa ya? Kok kyknya mau ngomong apa td gk jd gt”, kataku santai.
“Wah… Bapak ya ndk tw mas”, pak Kadrun terlihat makin gugup.
Aku menyeringai,”Bapak cerita2 ya ke simbok?”

Pak Kadrun terbelalak,”Cerita apa mas? Wah gk kok mas, saya gk cerita apa2″
“Hahahaha kirain… Saya nyaris aja salah paham lho pak”
“W… wah salah paham gmn mas?”, kata pak Kadrun masih saja gugup dan pura2 bodoh.
“Ya td malem kan simbok duduk di kasur tuh, nyaris aja pak saya rangkul gt. Hahaha”, kataku. Aku tahu itu tak sopan, apa lg itu istri orang. Tp mungkin itu dorongan yg diperlukan bagi pak Kadrun.
“Eh beneran mas?”

Aku tersenyum, jelas pak Kadrun tak tersinggung dan malah kelihatannya memang berharap akulah yg menyetubuhi istrinya.
“Iya lah pak, tp untung aja gk jadi soalnya kan pak Kadrun gk cerita apa2 soal obrolan kita kan”, kataku santai.

Pak Kadrun diam seolah sedang berpikir, mungkin ia masih tak yakin aku serius atau tidak. Aku tak bicara lg, aku tak mau memaksa pak Kadrun menyerahkan istrinya padaku. Tp ya aku ingat, aku melakukan ini bukan karena nafsu saja tp karena ingin membantu pak Kadrun supaya rumah tangganya harmonis lg.
“Anu… Maaf mas, saya memang sudah cerita sama ibu mas”, kata pak Kadrun agak terpatah2 karena pastinya gugup.
“Oooh haha gk apa2 pak, brrti bener donk td malem itu simbok mau ngomong soal itu jg?”, kataku.
“I… Iya mas. Maaf mas, tp td malem saya nyuruh simbok ke kamar mas buat itu…”, kata pak Kadrun yg malah takut padaku.

Aku makin kasihan dg sopir keluargaku ini, “Owalah, ya gk apa2 pak. Saya gk tersinggung kok, malah saya yg gk enak sama bapak kalau beneran saya ngelakuin itu sama simbok”
Mendengar itu pak Kadrun seolah tak lg gugup dan bisa sedikit tersenyum,”Ah gk mas, jujur saja, saya malah senang kalau ibu ada yg bs muasin mas. Apa lg klo yg muasin itu mas, kalo sama pria lain ya bapak gk terima mas”

“Gk terima gmn pak?”
“Ya kan jd merasa tersaingi mas, tp mas Alex kan keluarga jd ya gk apa2 lah”
“Hahaha wah bisa aja nih pak. Eh tp beneran, klo saya godain simbok gk apa2 donk?”, kataku penasaran.
“Ya gk apa2 mas, malah bapak bersyukur bapak bs istirahat dan ibu jg jd gk gampang snewen sama bapak”, kata pak Kadrun.

“Wah iya jg ya, ya udah pak, nnti biar saya godain mbok Parmi, bapak jangan bilang ke simbok ya pak”, kataku.
“Oh siap mas!! Nanti biar bapak nongkrong sama bapak2 kompleks rumah aja di pos jaga satpam”, kata pak Kadrun.

Aku tersenyum lebar, aneh memang merasa senang seperti ini saat aku harus menyetubuhi wanita yg jauh lbh tua dariku. Tp entah lah, rasanya menarik jg bs ngentot wanita tua. Toh pembantuku masih bs dibilang cantik, dan tubuhnya pun cubby2 berisi yg menggiurkan. Anggap saja dapat pengalaman baru soal sex.

Seperti janjinya tadi, pak Kadrun sudah keluar rumah jam 8 malam dan aku lihat mbok Parmi sedang nntn tv diruang tengah. Aku memakai kaos dalam dan celana kolor saja, siapa tahu itu bs membuat mbok Parmi bernafsu. Kalau dipikir2, saat aku keluar kamar hanya pakai celana kolor saja mbok Parmi kadang lirik2.

“Nonton apa mbok?”, tanyaku muncul ke ruang tengah.
“Eh mas Alex, ini mas nntn berita”, kata pembantuku hendak turun dan duduk di karpet didepan sofa yg tadinya ia duduki.

“Jangan turun mbok, haha kyk sama siapa aja sih”, kataku duduk di sofa panjang yg sama dg mbok Parmi.
“I… Iya mas”, kata pembantuku agak gugup tp kemudian duduk di sebelahku.
Aku lirik pembantuku, wanita ini selalu pakai daster rok terusan kalau malam, mungkin memang ini baju tidurnya. Aku jg bs merasakan pembantuku sesekali melirik, meski lirikannya sepertinya tak bs fokus dr tv ke arahku.

Saat nntn, iseng2 aku tanya,”Mbok, dr aku kecil simbok udah ngurusin aku ya mbok?”
“Y… Ya iya mas”
“Hmmm trus, dulu klo nyusu, nyusunya sama simbok jg?”, tanyaku polos.
“Astaga mas, ya ndak to mas, wong simbok gk pernah punya anak, mana mungkin bs nyusuin bayi mas”, kata pembantuku.

“Oh, trus gk pengen punya anak mbok?”, tanyaku sambil menggeser diri supaya mepet pembantuku.
pembantuku jd agak gugup,”Y… Ya pengen mas, tp ya itu, gk pernah bisa”
“Hmmm… Tp sama bapak masih nyoba mbok?”, tanyaku kini lenganku menempel lengan pembantuku.
“Y… Ya masih lah mas”, kata pembantuku gugup bukan main.
“Trus, pengennya punya anak kyk gmn mbok?”, tanyaku menatap pembantuku dg intensnya.
“Ah mas ini, ya mana tahu lah mas, wong belum hamil simbok ini”, kata pembantuku gugup setengah mati, terlihat dr matanya yg tak berani menatapku langsung.

Dg santainya aku meraih tangan pembantuku yg sedari td nemegang erat pahanya.
Mbok Parmi kaget dan menatapku dg tatapan terbelalak, dan saat ia hendak mengatakan sesuatu, aku dului mengatakan,”Klo punya anaknya kyk Alex mau mbok?”
“M… Maksudnya mas?”, kata pembantuku, tubuhnya mundur perlahan karena aku makin mendekatkan diriku pada pembantuku.
“Ya apa lg mbok, Alex lagi pengen banget nih mbok…”
“Pengan apa… Mas”, kata pembantuku gugup, tp aku bs lihat nafsunya pun mulai muncul. Kalau tidak, pasti aku sudah ditampar atau mbok Parmi sudah kabur.

Tanganku mulai menyusuri punggung pembantuku dan menahan supaya wanita ini tak menjauh, sementara tanganku yg lain gantian mendarat di paha wanita yg kini kulihat sebagai wanita menawan yg sungguh menggoda.
“Pengen ngentot lah mbok… “

Mata mbok Parmi terbelalak,”J… Jangan bercanda mas, simbok udah tua mas”
“Jujurlah mbok, simbok jg mau kan?”, kataku mengelus paha pembantuku.
“Hush, ngawur ah mas, kalau bapak tahu gmn mas?”, kata pembantuku.
Aku tersenyum, aku tak mendengar kata tidak dr tadi yg artinya pembantuku hanya perlu dibujuk saja supaya logika dan akal sehatnya runtuh.

“Gk bakal mbok, sini… Coba pegang…”, kataku meraih tangan mbok Parmi dan meletakkan tangan wanita itu di tonjolan di celana kolorku.
Aku tersenyum, pembantuku tak melawan dan tangan wanita ini sedikit meremas kontolku yg memang mulai keras.
“T… Tapi mas…”

“Ayolah mbok, aku udah gk tahan nih…”, kataku kini meraih payudara pembantuku yg aku lihat lumayan jumbo.
“Mmmhhh aaahh ssshh massss… Jangan maasss.. Nanti… Mmmhhh”, desah pembantuku merasakan remasan tanganku di payudaranya.
“Nanti apa mbok?”, tanyaku, aku bs merasakan tangan pembantuku pun mulai mengusap kontolku.
“Nanti… Nanti simbok beneran pengen mas….”, desah pembantuku, jelas nafsu birahinya sudah tak bs lg ia bendung. Entah sudah berapa lama pembantuku tak mendapat kepuasan seksual.

Gila, padahal ini aku belum bs merasakan payudara pembantuku secara langsung karena masih ada bra dibalik bajunya, tp rasanya sungguh seru meremas2 pepaya kenyal ini.
Aku dekatkan wajahku pada pembantuku yg sudah naik nafsunya ke ubun2, aku makin bisa mencium nafas mbok Parmi. Dg perlahan kutarik tubuh mbok Parmi yg sudah tak lg melawan dan berusaha menjauh. Bibirku makin dekat dan makin dekat, aku bs merasakan tangan mbok Marki makin erat dikontolku.

Cuuppphhhhh
Akhirnya bibir kamu bertemu, setruman listrik segera menjamah tubuhku, lagi dan lagi kucium bibir mbok Parmi. Mbok Parmi akhirnya menyerah dan membalas ciumanku sehingga aku pun melumat lembut bibir mbok Parmi.
Cppphh cppphhh cppphhhh…

Kamu berciuman dg mesranya, mbok Parmi sesekali jadi yg agresif dan melumat bibirku dan saat lidahnya mulai ia keluarkan untuk menyapu bibirku, aku pun membuka mulutku dan lidahnya segera masuk.
Aku yg sudah cukup berpengalaman french kiss pun mulai menyedot2 dan menjilati lidah mbok Parmi. Siapa sangka air liur mbok Parmi rasanya sangat segar, sebagai gantinya aku pun menjulurkan lidahku sehingga mbok Parmi pun gantian menyedot2 lidahku.

Tangan mbok Parmi kini dg berani masuk kedalam celana kolorku dan memegang kontolku yg sudah sangat keras.
“Aaah mass… Gedhe banget sih mas… Mmmmhhhh”
“Hahaha duh mbok, kan mbok udah sering liat jg”, kataku santai.
“Tp kan mas masih kecil duluuuhh aahh “
“Haha iya sih, eh gantian donk mbok, Alex jg pengen liat lagi tetek mbok Parmi”, kataku sambil tanganku yg masih sibuk remas toket mbok Parmi. Sebagai pembantu rumahku sejak aku bayi, sudah tak mengherankan kalau aku sudah pernah lihat tubuh mbok Parmi saat aku masih kecil dan belum bisa mandi sendiri.

“AAAMMHHHh yaahh iya maaasshhh…”, kata mbok Parmi segera melepaskan tangannya dr dalam celana kolorku dan kemudian berdiri.

Aku tersenyum melihat muka mbok Parmi yg sudah jatuh dalam nafsu birahi. Aku tak tahu sudah berapa lama kebutuhan pembantuku ini tak terpenuhi tp aku ingin mencoba memenuhi kebutuhan itu skrg juga. Tak akan pernah menyangka, melihat wanita yg tubuhnya jauh dr kata sexy bisa membuatku makin terbakar nafsu.
Mbok Parmi bergegas melepaskan kancing baju dasternya sebelum baju daster rok panjang itu lepas. Dan astaga, payudara mbok Parmi terlihat menonjol dibalik bra yg ukurannya lbh kecil dr yg seharusnya ini.Bra dan celana dalam yg mbok Parmi kenakan jelas sudah cukup usang, tp justru itu yg membuat nafsuku pun ikut membara.

“Maasshh.. Langsung aja ya massshh, simbok udah gk kuat maaaass”, kata mbok Parmi melepaskan celana dalamnya dulu.
Aku tersenyum, ya, aku pun sudah tak tahan ingin ngerasain memek mbok Parmi dan simbok mendekatiku yg melepaskan celana kolorku dan kontolku pun mencuat tegak.

Mbok Parmi tersenyum, matanya benar2 fokus ke kontolku yg sudah siap untuk menyodok memeknya. Aku pun berdiri dan mendekati mbok Parmi, kami berdua hanya tinggal satu kain saja sebelum benar2 telanjang bulat. Dg ciuman penuh nafsu, kubimbing mbok Parmi kembali duduk di sofa dan bagai paham apa yg ada didalam pikiranku, mbok Parmi membuka kedua kakinya selebar.

“Cppphhh ahhh massshhh… Ayo masss masukin maaass… Jangan siksa simbok maaass”, kata mbok Parmi dg binalnya.
“Wow, memekmu masik lumayan sempit jg ya mbok”, kataku melihat memek mbok Parmi yg harus aku akui meski agak jelek karena mbok Parmi yg gemuk tp telrihat menggiurkan dg bulu2 lebatnya.
“Ih mas, jangan liatin aja, masukin donk maaaasss… Udah lama simbok gk ngerasain itu didalem maaas”, pinta mbok Parmi memelas, tubuhnya menggeliut telrihat sudah terbakar nafsu membara yg tak pernah dipadamkan.
Aku tersenyum, meski aku suka foreplay, tp kalau sudah diminta gini ya sudah pasti aku kabulkan. Aku mendekati mbok Parmi yg sudah benar2 sange setengah mati dan menggesek kontolku di memeknya.

“Sssshh panas jg memekmu mbok mmmmhhhh”, kataku sambil mulai mendorong kontolku.
“Aaaahhh enak maaassshhh!! Astagaa enak sekaliii kontolmuuuu!!”, seru mbok Parmi merasakan sensasi penetrasi kontolku di memeknya.
Sedikit demi sedikit, kontolku masuk kedalam memek mbok Parmi. Mungkin karena mbok Parmi tak punya anak sehingga memeknya masih cukup legit meski usianya sudah cukup tua.

Kulihat mbok Parmi terlihat teler, matanya merem melek sementara bibirnya bergetar dan mengerang. Harus aku akui, kontolu terasa seperti dipijat memek tua mbok Parmi, sensasi baru yg tak pernah kurasakan sebelumnya.

“Aaaah anget sekali mbok… Mmmhhhh udah brp lama kamu gk dientot pak Kadrun?”, kataku mulai menarik kontolku keluar perlahan.
“Hampir… MMMmmmhhh 7 tahun mas… Mmmhhh bapak udah gk bs maaassshhhh…”, kata mbok Parmi.
“Wah kasihan sekali mbok… Gimana rasa kontolku mbok, enak?”, kataku menggenjot mbok Parmi pelan, tanganku memegangi kedua paha mbok Parmi yg berlemak nan kenyal ini.
“Enak sekali maassshhh aah aaah aaaah aaaah teruuss! Mmmhhhh!!”, mbok Parmi terus mendesah dan mengerang. Payudaranya yg masih tertutup bra ketat terlihat berusaha keluar dr kerangkengnya. Aku pun jadi tergoda ingin menikmati 2 pepaya raksasa ini.

“Aaah aaahhh mbok… Buka BH mu! Aku pengen liat tetekmu!”, seruku.
“iyah masss. tunggu mas, berhenti duluuuhh aaahh aaahhh”, seru mbok Parmi.
Mbok Parmi kuberi kesempatan untuk meraih kaitan BH di punggungnya dan melepaskan bra usang itu. Mataku terbelalak melihat payudara jumbo mbok Parmi menjuntai bebas, putingnya yg coklat itu terlihat menggiurkan sehingga aku tak bs menahan diriku lagi dan mencengkram payudara kiri mbok Parmi dg tangan kananku dan mengangkat payudara menggantung itu.

“Happphhh!! Cppphhh cppphhh cppphhh!”, aku dg laparnya mencaplok puting susu mbok Parmi sehingga wanita itu mengerang lagi.
“Aaaah maaasssssh!! Enaaaakk masss!! OOoohhhh sedot yg keras maaass!!”
Kini aku sibuk nyusu sambil menggenjot memek mbok Parmi, wanita ini terus mendesah dan mengerang. Sesekali tubuhnya mengejang ditengah genjotanku, sepertinya mbok Parmi orgasme oleh genjotanku yg keras dan cepat ini. Setelah orgasme, mbok Parmi meraih kepalaku dan kita berciuman mesra. Kontolku bs merasakan remasan memek mbok Parmi yg sedang kontraksi gila2an dalam kenikmatan, selangkanganku pun terasa panas dan basah oleh cairan memek mbok Parmi yg merembes keluar.
“Udah puas mbok?”, kataku setelah bibir kami tak lagi menyatu.

“Iya mas… Mmmhhh tp mas Alex hebat ya… Simbok udah lemes tp mas masih kuat aja, belum keluar… Mmmhhh”, balas mbok Parmi sambil mendesah, jelas masih merasakan kenikmatan dr kontolku yg masih tertancap mantap di memeknya.
“Hahaha klo cuma gini aja mah belum apa2, klo gt memek mbok Alex pake lagi ya”, kataku mulai menggenjot.
“Aaah aaah aaaaah maaass!”

Aku terus menggenjot, menikmati setiak kenikmatan di genjotanku. Sesekali aku mengajak mbok Parmi berciuman dan bersilat lidah dan sesekali kujilati lehernya saat mbok Parmi memelukku erat dg kedua tangan dan kakinya. Genjotanku makin keras dan dalam, aku bs merasakan kepala kontolku mentok dan mbok Parmi mengejang lagi.
Plokk plokkk ploookkkk!!
“Mbok!! Ooohh oohhhh aku keluarin mbookk!! Aku pengen keluar mboookkk!!”
“Mass masssss maaaaaassss!!”
Aku tak dengar kata2 simbok lagi, kontolku sudah terlalu larut dalam kenikmatan untuk peduli soal hal lain selain ngecrot. Aku selalu pakai kondom saat bercinta dan bisa dibilang inilah pengalaman raw sex pertamaku. Dan apa yg kurasakan, benar2 jauh lebih nikmat dr saat aku memakai kondom. Kontolku terasa siap menyemburkan pejuku.
“OOOOhhhhhh!! Terima pejuku mboookkkkk!!!”, seruku.

Aku menghentakkan kontolku sedalam mungkin sehingga mbok Parmi mengejang hebat. Entah secara refleks atau tidak tp kedua tangan dan kaki mbok Parmi kini melilit tubuhku sehingga aku memeluk mbok Parmi dg eratnya.
Kurasakan ledakan nikmat tak lg bs kutahan didalam memek mbok Parmi yg seolah mengguyur kontolku dg cairan cintanya. Dg kekuatan penuh kupastikan semburan pejuku keluar bagai pompa air bertekanan tinggi didalam memek pembantu tua ku ini.
Crooooottt!! Croooottt!! Croooottt!!!!

Mbok Parmi meraung keras, kenikmatan yg kita rasakan benar2 luar biasa sampai mbok Parmi lupa kalau aku bukan suaminya yg tak seharusnya menebarkan benihku didalam rahimnya. Tp aku pun tak peduli, sensasi mengisi rahim dg peju terasa jauh lbh enak dan memuaskan drpd mengeluarkan peju didalam kondom. Lagi dan lagi, pejuku ku setor didalam rahim mbok Parmi yg usianya lebih tua dr ayahku ataupun mendiang ibuku sendiri.
“Aaah mmmhh massshhh enak sekali maaasshhh”, erang mbok Parmi, nafasnya terengah.
Aku mencium leher mbok Parmi, membuat wanita gemuk ini berkedut dan bibirku pun mencapai bibir mbok Parmi dan setelah ku gigit bibir bawah mbok Parmi aku menatap mata wanita yg baru saja kupuaskan dan memuaskan nafsuku.

“Memekmu masih enak mbok… Gimana rasanya ngentot sama cowok yg udah kyk anak simbok sendiri? Hehe”, kataku menggoda mbok Parmi.
“Ah jangan bilang gt mas, mbok kan jd malu mas, masa’ bilang dientot anak sendiri mas”, kata mbok Parmi berpaling dan tersipu malu.
“Ayo bilang mbok, rasanya bikin nafsu juga klo mbok bilang pengen dientot anak sendiri”, kataku merasakan kontolku mulai keras lg.

“Malu mas, soalnya mas kan emg udah kyk anak bapak dan simbok sendiri”, kata mbok Parmi.
“Makanya itu mbok, mbok jg suka kan Alex entotin? Jujur aja mbok”, kataku menciumi pipi tembem mbok Parmi.
Ciumanku bergerak dan lidahku pun terjulur sehingga saat lidahku mencapai bibir mbok Parmi, lidahku dg mudah masuk dan disambut lidah mbok Parmi.
“Cppcchh cppphhh sllrppp sllrrppp bilang mbok…”
Mbok Parmi pasrah,”Ya mas… Simbok pengen dientot mas Alex yg kyk anak simbok sendiri”, kata mbok Parmi.
“Gk kyk mbok, anggap Alex anak simbok selama papah gk dirumah”, kataku.

Mbok Parmi jelas merasakan kontolku keras lagi didalam memeknya,”Mmmhhh… Tapi kan…”
“Klo gk mau, brrti ini terakhir kalinya Alex masukin kontol kedalam memek simbok”, kataku menggoyang pinggangku, aku bs merasakan kontolku menggesek memeknya lg dan mbok Parmi pun mendesah.
“I… Iya mas, aaah ya udah, mas Alex jd anak simbok mas… “
Aku bs merasakan birahi aneh yg muncul saat aku mendengar kata2 itu, wow, sepertinya aku mendapat fetish baru.
“Kalo gt, ijinkan anakmu ngecrot sekali lg mbok”, kataku mulai menggenjot.

Aku menggenjot mbok Parmi lagi dg liarnya, mbok Parmi benar2 kubuat lemas setelah orgasme lbh dr 5 kali sementara aku ngecrot 2 kali lg didalam memek mbok Parmi.
Dalam kondisi setengah sadar, aku bantu mbok Parmi pakai baju lagi dan kemudian kutidurkan wanita bertubuh chubby itu di ranjang kamarnya dan kemudian aku mandi sebelum aku sendiri tidur. Jujur saja aku tak menyangka staminaku seolah berlipat saat bercinta dgt pembantu tuaku itu, biasanya aku hanya kuat main sekali, kadang 2 kali dg rangsangan oral sex dr pacarku tp tadi hanya dg kata2 jorok saja dr mbok Parmi aku sudah siap main dg cepat.

Selain itu, aku kaget saat melihat jam yg menunjuk ke arah 10 malam, yg artinya aku ngentot mbok Parmi selama 2 jam, rekor terjauhku dalam hal sex.

Keesokan harinya, seperti biasa aku diantar pak Kadrun ke sekolah. Didalam mobil, aku lihat pak Kadrun terlihat sumringah.
“Wih kyknya lg seneng nih pak”, kataku.
“Hahaha iya lah mas, simbok td pagi bangun2 senyum mas, gk ngedumel lagi!”, seru pak Kadrun.
“Wah gt ya pak”, kataku, masih merasa aneh melihat pria yg malah senang meski tahu istrinya disetubuhi laki2 lain.
“Iya mas, apa lg td malem bapak main kartu sama bapak2 kompleks dan menang duit taruhan juga, hahahaha”, kata pak Kadrun yg memang kadang main judi kecil2an dg bapak2 sekitar rumah.

“Mujur banget nih pak. Oh ya pak, td malem Alex gk sengaja keluar didalem nih, gk apa2 pak?”, tanyaku penasaran.
“Oooh gk apa2 mas, bapak jg udah gk bs puasin simbok, jd ya selama simbok seneng bapak jg udah cukup seneng.”, kata pak Kadrun.
Aku mengangguk, yah mungikin ada benarnya dan aku sebaiknya tak ambil pusing soal itu.
Disekolah, aku bs merasakan perbedaan didalam diriku. Bukan, mungkin bukan perbedaan, lebih tepatnya aku mendapat pencerahan. Ya, aku selalu merasa ada yg kurang dr pacar2ku yg selama ini berhubungan denganku. Dan kini, setelah merasakan apa itu sensasi ngentot wanita paruh baya, aku merasa deg2an tiap kali melihat wanita2 dewasa disekitarku.

Saat guru Bahasa inggris masuk ke kelas, aku merasa kontolku berkedut. Saat aku berpapasan dg bu kepala sekolah pun hal yg sama terjadi. Bahkan, saat aku nongkrong dg teman2 dikantin saat jam istirahat pun hal yg sama terjadi, kali ini saat aku melihat satpam sekolahku, mbak Yeni.
Aku sekilas kagum melihat satpam wanita itu, wanita itu berambut pendek, sangat pendek. Wajahnya terlihat kaku, dan tanpa dadanya yg membusung, bisa jadi ia dikira laki2 kalau ada yg melihatnya dr belakang. Tubuh mbak Yeni pun terlihat kekar, mungkin tiap hari wanita ini pergi ke gym setelah shiftnya usai, pikirku.
Aku tersenyum, merasa akhirnya aku tahu apa yg kuinginkan. Aku ingin merasakan kehangatan dr wanita2 dewasa disekitarku.

Setelah aku sampai dirumah usai sekolah, aku hendak bersantai dikamar saja sambil main game di komputer yg ada dikamarku.
Setelah aku ganti baju dr baju seragam ke kaos dan celana pendek santai, pintu kamarku diketuk.
“Masuk”, kataku menyalakan komputerku.
“Maaf mas sudah ganggu”, kata pak Kadrun yg muncul dr balik pintu.
“Oh pak Kadrun, gmn pak?”, tanyaku sambil memperhatikan layar komputer dan memasukkan password komputernya.
“Anu mas, saya mau ijin ke kampung mas, soalnya ada urusan di kampung”, kata pak Kadrun.

Aku pun heran,”Hmm? Urusan apa pak?”
“Ada saudara yg nikah mas, dan bapak diminta jd wali orangtuanya soalnya suami aduk bapak minggat”, kata pak Kadrun.
“Owalah, trus mbok Parmi ikutan jg pak?”
“Nah itu mas, kan mas sendiri disini gk ada tuan jd simbok bapak minta gk ikut aja biar mas ada yg masakin dirumah”, kata pak Kadrun malu2.
“Ha? Kenapa gk ikut pak? Kan aku bisa beli makan sendiri jg”,kataku heran melihat pak kadrun terlihat menahan informasi lain dr sikapnya.
“Y… Ya saya gk enak lah mas, kan tuan udah nitipin mas ke bapak. L… Lagian juga… Y… Ya”

Aku pun tersenyum merasa pak Kadrun mungkin ingin istrinya dipuaskan lagi. Pak Kadrun memang orangnya terlalu halus dan tak terlalu bisa tegas jadi ya aku paham. Karena itu mungkin sebaiknya aku coba goda sedikit supaya pak Kadrun bisa jujur,”Waduh, masa’ saya berdua aja dirumah sama mbok Parmi pak, klo berdua aja ntar ada setannya lho pak”
Pak Kadrun terlihat kaget atau heran sebelum kemudian tertawa,”Hahaha halah mas ini bisa aja, emg mas masih mau digoda setannya?”

“Woh ya mau lah pak, bapak gk marah nih klo gt?”, kataku santai melihat pak Kadrun tak telrihat gugup atau malah malu2 lagi.
“Y… Ya ndak lah mas, y… Ya udah saya kabari simbok dl mas”, kata pak Kadrun segera undur diri, mungkin supaya aku tak berubah pikiran.
Aku geleng2 dan tersenyum geli, tp memikirkan tubuh mbok Parmi yg agak gemuk dg payudara pepayanya yg agak menggantung sudah cukup membuatku mulai sange.

Keesokan harinya, saat mengantarku ke sekolah pak Kadrun sekalian pamitan karena ia akan segera berangkat ke kampungnya setelah aku turun dr mobil.
“Terimakasih banyak ya mas, saya kira2 seminggu dikampung mas jd minggu depan baru balik kesini lagi”, kata pak Kadrun saat mobil masih berjalan menuju sekolahku.

“Oh gk apa2 pak, udah packing jg pak?”, tanyaku tak melihat ada barang apapun di dalam mobil.
“Udah mas, bapak masukin ke tas di bagasi”
“Gk bawa oleh2 pak?”, tanyaku basa basi.
“Hahaha gk usah mas, lagian daripada oleh2 kyknya saudara2 bapak pengen ditraktir piknik aja di sana”, kata pak Kadrun.
“Hahaha oleh2nya duit aja ya brrti”, kataku tertawa agak keras.
“Iya lah mas, klo orang kerja di kota ya tahunya pulang2 bawa uang mas”

Aku mengangguk, paham dan tak heran dg apa yg pak Kadrun katakan. Tak lama, mobil pun mulai berjalan pelan dan akhirnya berhenti didepan sekolah.
“Yak, makasih pak”, kataku sambil membuka pintu mobil.
“Mas, saya pamitan ya mas, titip simbok”, kata pak Kadrun sambil tersenyum yg aku tangkap kata titip nya dg maksud lain.
Aku pun menyeringai,”Woh siap pak, hahaha. Tp jangan salahin saya lho klo ntar simbok gk minta jatah ke bapak”
“Hahaha ya saya seneng mas, artinya simbok kan puas. Bapak udah gk kuat mas, udah gk bs lagi, haha”, kata pak Kadrun yg jelas tak malu mengakui ia sudah menopouse dan sex bukanlah sesuatu yg ia inginkan.

Aku mengangguk dan begitu aku menutup pintu mobil, pak Kadrun meninggalkanku yg berjalan melalui gerbang sekolah yg dijaga satpam wanita yg menatap tiap siswa dg tatapan tajam, mencari pelanggaran yg bs ia laporkan ke kantor BK.
Seharian itu aku benar2 tak tenang, kyknya aku benar2 ketagihan ngentot wanita dewasa seperti mbok Parmi. Selama pelajarang aku tak henti2nya melamun, membayangkan kontolku yg akan keluar masuk di memek mbok Parmi dan betapa nikmatnya creampie didalam memek itu.
Saat ada guru wanita yang masuk kedalam kelaspun membuat fantasyku melayang lagi. Wanita2 yg mungkin bs dibilang cukup tua untuk jadi ibuku malah membuat johnny kecilku berdiri tegak.

“Alex! Ngalamunin apa kamu?!”, kata guru bahasa Inggris yg terlihat agak jengkel.
Aku segera tersadar dr lamunanku, jelas tak mungkin aku mengatakan aku berfantasy menelanjangi tubuh guruku sendiri dan membuat wanita dewasa ini memberikan oral sex padaku.
“Maaf bu, hehe”, kataku berusaha menunjukkan ekspresi bersalah.
“Hhhh ya sudah, jangan ulangi lagi. Kalau sampai kamu ngalamun lagi akan saya kasih hukuman”, kata guruku itu. Setelah menghela nafas, pelajaran pun kembali dilanjutkan.
Alex di sodok teman yg duduk di sebelahku yg tertawa karena aku kena semprot. Aku hanya bs geleng2 saja dan tertawa pahit. Aku sadar aku harus bersabar menanti 1 jam lagi berlalu sebelum bel sekolah berdering dan aku bisa membuat mbok Parmi tempat pembuangan pejuku selama satu minggu.

Begitu bel sekolah berdering, aku memasukkan semua alat2 tulisku kedalam tas dan meski diajak nongkrong dengan teman2 sekelasku aku menolak dg alasan ada undangan main game dg teman online ku. Meski dapat protes dan olokan dr beberapa temanku tp aku tak dengarkan dan segera lari kedepan sekolah dg hp ditanganku. Aku memesan taksi online dan berdiri didekat gerbang sekolah dimana satpam sekolahku berjaga didepan pos satpam.
“Nungguin taksi mas?”, kata si satpam yg tersenyum sopan padaku.
“Iya mbak, masih lama kyknya”, kataku mengecek layar hp ku. Yap, jarak mobil ke depan sekolah cukup jauh, mungkin 10 menit baru sampai.
“Kok tumben mas, biasanya dijemput, tadi mbak lihat dianter juga kan”

Aku agak heran karena satpam ini tahu soal itu, tp mungkin memang sudah tugasnya memperhatikan hal macam ini.
“Iya mbak, supirku pulang kampung jd ya mau gk mau harus naik taksi mbak haha”, kataku santai.
“Oooohh, mau mbak anter mas? Daripada kelamaan”, kata si satpam menatapku dr atas kebawah.
Aku merasa agak aneh tp tak terlalu ambil pusing,”Emg boleh mbak, kan masih jam kerja”
Si satpam tertawa,”Iya ya. Eh drpd panas2 berdiri disitu mendingan nunggu didalem pos satpam aja mas”
Aku berpikir, ya, itu masuk akal karena aku berdiri dibawah terik matahari. Aku menunggu dibawah atap pos satpam yg cukup teduh sementara si satpam wanita ini kadang keluar masuk pos saat ada paket atau surat yg dikirim ke sekolah.

Setelah 10 menit akhirnya mobil taksi online yg kupesan datang dan aku segera menuju mobil online itu. Alex merasa tergelitik membayangkan apa yg akan kunikmati selama seminggu kedepan. Aku tak bs tenang di dalam mobil yg kuminta ngebut kerumah. Aku merasa agak aneh, aku sudah pernah dan bahkan bs dibilang biasa ML dg pacar2ku, tp aku tak pernah merasakan gelitik aneh macam ini. Rasanya aku mendapat bumbu penyedap yg dalam santapan sex yg belum pernah kurasakan sebelumnya.

Begitu mobil tiba didepan rumahku, aku segera turun dan masuk kedalam rumah, tak lupa kututup gerbang rumah supaya tak ada yg mengganggu. Tp kalau dipikir2, di kompleks perumahan yg kebanyakan warganya kerja kantoran seperti ini juga bisa dibilang jarang ada tamu yg bertandang di rumah2 sekitar sini.
Aku masuk rumah dg perlahan, dan melihat rumah makin sepi karena pak Kadrun tak ada dirumah. Aku berjalan agak mengendap mencari targetku. Dan senyumanku muncul saat mendengar suara didapur, sepertinya targetku sedang memasak.

Jantungku berdegup kencang melihat mbok Parmi memasak membelakangiku. Wanita bertubuh cukup gemuk itu seperti biasa memakai daster yg sudah cukup usang dan itu adalah hal yg biasa. Tp kini saat mbok Parmi agak menunduk dan bahkan merangkak untuk mengambil sesuatu di lemari bawah meja dapur, aku bs merasakan kontolu sudah tak tahan ingin segera menacap di pantat itu.

Saat mbok Parmi kembali berdiri dan terlihat mengaduk sesuatu di wajan diatas kompor aku mulai mengendap lagi.
Sedikit demi sedikit aku mendekati pembatu STW ku ini, STW yg rasa memeknya oh sungguh nikmat sehingga kontolku berontak keras dibalik celanaku.
“Ba!”, seruku memeluk mbok Parmi dr belakang.
“Eh copot copot!”, sontak mbok Parmi kubuat kaget sampai ia hampir meloncat.
“Hahaha wah ati2 lah mbok, ntar masakannya jd jatuh lho”, kataku memeluk erat pembantuku ini, tanganku masih biasa diajak kerjasama untuk melingkari perut chubby mbok

Parmi meski tentu ingin meremas 2 pepaya kenyalnya.
“Duh mas, kok bikin simbok kaget aja”, kata mbok Parmi.
Aku yg agak tinggi tentu dg mudah memajukan wajahku sehingga kepalaku tepat ada disamping wajah mbok Parmi.
“Hehe sorry mbok, kan aku dah kangen sama mbok Parmi”, kataku, bibirku cukup dekat dan bisa saja aku melumat bibir mbok Parmi di posisi ini.
Mbok Parmi jadi gugup mendengar omonganku,”Ah mas ini, kangen apaan mas wong tiap hari jg ketemu”
“Iya sih mbok, tp kan gk tiap hari aku gk liat simbok telanjang. Kangen itunya nih mbok”, kataku mesum.

Wajah mbok Parmi terlihat berubah merah dan matanya terbelalak,”Hush mas, ngawur saja. Kalo ada yg denger gimana?”
“Siapa? Kan dirumah kita cuma berdua mbok, masa’ mbok gk kangen sama punyaku?”, kataku, tangan kananku naik dan mulai membelai payudara kiri mbok Marmi.
“Aaah j… Jangan lah mas, simbok masih masak”, kata mbok Parmi makin gugup.

Aku tersenyum, sepertinya mbok Parmi masih saja malu2, tp ia tak menolak ataupun marah sehingga aku meremas agak keras satu kali karena payudara mbok Parmi dilindungi bra yg rasanya cukup tebal. Bukan masalah, pikirku, selama seminggu ini akan kubuat mbok Parmi menjadi wanita yg terbuka soal sex.
“Aaauuh mas, jangan disini mas, makan dulu ini udah mau mateng opor ayamnya”, kata mbok Parmi, sekali lagi menolak tp di sisi lain tak menolak.
“Ya udah klo gt, simbok dah makan?”, tanyaku kembali melingkari perut mbok Parmi.
“Belum mas, hbs mas makan aja nnti mas”, kata mbok Parmi.

Ya, dr dulu aku tak terlalu memperhatikan jam makan pembantu dan supirku, dan memang setahuku mereka makan setelah aku dan ayahku makan.
“Makan bareng aja yuk mbok”, kataku santai.
“A… Ah jangan mas, gk baik. Udah, mas makan dulu aja, simbok masih harus nyuci dulu”, kata mbok Parmi.
“Oooh, ya udah deh klo gt”, kataku melepaskan pelukanku, tp aku menjanjikan diriku sendiri aku tak akan melepaskan wanita ini lagi nanti.

Setelah lepas dr pelukanku, mbok Parmi segera undur diri dan lari ke belakang rumah dimana mesin cuci berada. Aku mengambil makan siang ku dan menikmati opor ayam yg selalu enak karena memang mbok Parmi pintar memasak.

Meski aku bernafsu besar saat ini, tp aku tak lupa kewajibanku sebagai siswa SMA. Setelah makan, aku ke kamar dan segera mengerjakan tugas2 sekolahku yg memang harus selesai untuk pelajaran dikelas esok hari. Saat tugas2 usai, hari sudah cukup sore, sekitar jam 5 sehingga aku memutuskan untuk mandi. Setelah mandi, sayangnya mbok Parmi tak ada dirumah, aku tak tahu mungkin wanita itu sedang kumpul2 dg pembantu2 kompleks perumaha yg aku kadang lihat asyik ngobrol di depan salah satu rumah dg sapu ditangan mereka seolah jadi alasan supaya bs bertemu bersama diluar rumah.
Meski kecewa tp aku terima itu, biar nnti malam saja aku beraksi.

Dan akhirnya setelah jam makan malam cukup lama berlalu, aku lihat mbok Parmi duduk diatas karpet didepan TV dan menikmati sinetron di layar TV itu.
Aku pun mendekat dan dg santainya duduk disamping mbok Parmi yg kaget melihat kedatanganku.
“Nonton apa mbok?”
“Y… Ya ini mas, sinetron mas”, kata mbok Parmi terlihat agak bingung.
“Oooohhh, seru mbok?”, tanyaku basa basi tp aku mendekatikan diri sampai aku memept dg mbok Parmi.
“I… Iya mas, lumayan”

Aku yg duduk di sisi kiri mbok Parmi kini menaruh tangan kananku di belakang mbok Parmi,”Hmmm… Sinetronnya soal apa mbok?”
Mbok Parmi berusaha menjelaskan, tp jelas terlihat tak tenang dan kadang terbata2. Sementara itu, tangan kananku naik dan mulai melata melingkarkan tanganku di punggung kemudian ke pinggang mbok Parmi.

Mbok Parmi terlihat gemetar, tentu mulai terangsang karena aku tahu dr cerita pak Kadrun nafsu sex mbok Parmi masih cukup tinggi. Tangan kiriku mendarat di paha mbok Parmi. Mbok Parmi masih menceritakan plot sinetron yg jelas tak kudengarkan karena aku fokus membangun nafsu mbok Parmi.
Ku elus2 paha mbok Parmi, punggung dan pinggangnya pun sesekali kuelus dg jari2ku sehingga rasa geli ia rasakan.

Akhirnya setelah beberapa menit, mbok Parmi tak bs menahan rasa gelinya,”Aaah m… Mas, udah mas, geli…”
“Lho, kan cuma gini aja mbok”
“I… Iya tapi kan. Duh mas, ini salah… Simbok bener2 gak enak mas…”, kata simbok.
Aku menatap mbok Parmi dg tatapan serius,”Mbok nyesel udah main sama Alex?”
“E… Enggak… Duh mas, simbok bingung mas”, kata mbok Parmi, jelas dirinya galau antara kewajiban dan statusnya sebagai pembantu dan nafsunya sebagai seorang istri yg tak terpenuhi.

“Mbok, pak Kadrun bilang simbok dititipin ke Alex, simbok tahu gk?”, kataku.
“I… Iya mas”
“Klo gt gk usah malu2 mbok, Alex juga mau kok mbok”
“Beneran mas?”, kata mbok Parmi jelas berharap apa yg kukatakan adalah sebuah kejujuran.
“Iya mbok, seminggu ini, mbok Parmi jd istri Alex ya mbok”, kataku sambil tersenyum.
Mbok Parmi tersipu malu dan matanya tak menatapku,”Ah ngawur mas, masa’ jadi istrinya mas. Apa gk malu kamu mas”.

Aku menarik tangan kanan mbok Parmi sehingga wajah mbok Parmi kupaksa menatap wajahku. Aku tersenyum, jelas menunjukkan nafsu birahi yg juga meledak-ledak,”Gk usah banyak protes, mulai skrg mbok Parmi harus nurut sama suami”
Tak perlu bicara banyak lagi sebelum menarik wajah mbok Parmi dan kita mengesahkan perjanjian suami-istri seminggu ini dalam lumatan bibir. Mbok Parmi pun segera membalas ciumanku, lidah mbok Parmi segera ia julurkan menantang lidahku. Lidah kamu pun mulai saling bergumul, sesekali didalam mulutku sesekali didalam mulut mbok Parmi.
Api nafsu didalam diriku dan aku tahu mbok Parmi pun sama. Selain ciuman, saat bibirku terlepas dr bibir mbok Parmi yg kini sama2 penuh liur, aku cumbu lehernya sehingga mbak Parmi mendesah nikmat.

“Aaaah geli maaasshhh auuuhhh”, desah mbok Parmi.
Merasa gatal, tanganku pun segera mencari buah segar mbok Parmi yg ada di dadanya. Sementara bibirku menjamah leher mbok Parmi, tanganku kini sibuk meremas2.
Mbok Parmi menggeliut menikmati rangsangan rasa nikmat ditubuhnya,”Aaahhh lbh keras masss…. Mmmhhhhh”
Aku yakin mbok Parmi minta itu karena rasa nikmat dr remasan di payudaranya kurang dan aku tahu penyebabnya.

Bibirku kulepaskan dr leher mbok Parmi yg mulai terlihat pink dan basah oleh jilatan dan ciumanku.
“Lepasin aja bajumu mbok”, kataku.
“Iya mas, iyaaah mmmhhhh…”, mbok Parmi menikmati remasan tanganku sejenak sebelum aku lepaskan kedua tanganku dan mbok Parmi berdiri dan dengan tergesa2 membuka baju daster rok panjang nya. Aku pun tersenyum, menikmati keindahan tubuh gemuk mbok Parmi. Mataku kembali dibuat kagum saat payudara pepaya mbok Parmi jatuh tergulai menggantung saat bra yg ia kenakan terlepas dr tubuhnya.
“Mbok”, kataku.

“Gimana mas?”, tanya mbok Parmi hendak kembali duduk.
“Tenggorokanku haus nih kyknya”, kataku sambil tersenyum, jantungku berdegup kencang merasa tak sabar bermain dg dua pepaya ini.
“Mau simbok ambilin minum dl mas?”, tanya mbok Parmi terlihat agak kecewa, dan kenapa tidak, nafsunya yg membara diganggu seperti ini.
Aku menyeringai,”Haduh mbok, lha itu kan ada botol susunya. Minum susu aja lah”
Mbok Parmi terlihat kaget tp kemudian tersenyum malu,”Ih mas ini, kok mesum banget. Padahal dulu pas kecil polos banget”
Mbok Parmi kembali duduk di sampingku yg tak seperti dirinya, masih memakai kaos dan celana pendek.

“Hehe ya kan skrg udah gedhe mbok”, kataku merangkul mbok Parmi sementara tanganku yg lain meraih payudara mbok Parmi.
“Mmmhhhhh udah gedhe tp kok minta nenen mas”, kata mbok Parmi mulai ikut bicara yg nyerempet mesum.
“Yaaah gk boleh nih? Ntar klo boleh Alex kasih terong panjang lho mbok”, kataku.
Mbok Parmi jelas mau, tangannya kini tak diam dan meraih ke celanaku yg kini menyembunyikan terong panjang yg mulai keras.

“Yg mana mas? Yg ini?”, kata mbok Parmi.
“Iya lah mbok, mmmhhh mbok juga suka terong panjang Alex kan?”, kataku meraih payudara mbok Parmi yg kenyal dan putingnya menggiurkan.
“Iya mas.. Mmmhhh aahhhhh simbok suka maass”
Aku tersenyum, saking menggelantungnya payudara mbok Parmi, aku bs mengangkat payudara itu dan akhirnya aku bisa melahap puting payudara mbok Parmi sehingga wanita itu mengerang nikmat.

“Cpphhh cppphhh cpppphhh”, aku menyedot2 keras puting mbok Parmi.
“AAAAHHH SSSHHH MAAASSSH ENAAAAKHHHH!! Sedoth teruuusss!!”, erang mbok Parmi.
Aku terus menyedot, lidahku pun sesekali menyentil2 puting itu sehingga mbok Parmi melenguh. Tangan mbok Parmi makin berani dan dg cepat menyusup kedalam celanaku sebelum kemudian memaksa keluar kontolku yg kini berdiri bebas. Kini tak hanya mbok Parmi saja yg merasakan kenikmatan, aku pun merasakan nikmat saat kontolku dikocok mbok Parmi.
“Aaah aahhh aaahhh edaaaann enak maaassss…. “, kata mbok Parmi menikmati kenyotan anak majikannya.
“cPPPHHH Aahh mbok, angkatin teteknya mbok”, kataku.

Mbok Parmi menggantikan tanganku yg mengangkat payudaranya supaya tanganku bebas menjamah tempat lain.
“Haappphhh cpphhh cppphhh”, aku mulai nyusu lagi dan mbok Parmi kembali mendesah dan mengerang.
Aku yakin hanya dg rangsangan di payudara saja mbok Parmi tak akan puas, karena itu dg tanganku yg bebas dr tugas angkat payudara, aku mulai menjamah kebawah.

Mbok Parmi pasti bs melihat, tanganku kini mulai merayap kebawah dan kemudian sepertihalnya apa yg mbok Parmi tadi lakukan, tanganku mulai menyusup kedalam celana dalam mbok Parmi. Rasa geli dr bulu2 lebat di selangkangan mbok Parmi membuat jari2ku harus menjelajah hutan lebat itu sebelum akhirnya sampai di lembah basah yg terasa panas.
“Aaaaahhhhh mas Aleeexxx!!”, mbok Parmi hanya bs mengerang saat kumasukkan jari telunjuk dan jari tengahku kedalam memeknya.

Aku mulai memainkan memek mbok Parmi. Jariku ke keluar masukkan, kutusuk kedalam mungkin dan kubuat jariku menggeliat didalam dan tak jarang ku obok2 memek itu. Cairan panas mulai keluar sehingga bunyi basah terdengar nyaring menyaingi suara tv.
Cplaak cplaak cplaaak
Tak hanya permainan tanganku saja, tangan mbok Parmi pun makin cepat mengocok kontolku. Aku benar2 harus bertahan supaya aku tak keluar duluan, demi ego ku sebagai cowok muda.

“Cppphh cppphh cpppphh!!!”, aku mengenyot dg keras dan jari2ku mulai dimandikan air memek mbok Parmi.
“AAAAH AAAH MAAAAAASSSHHHHH!!! Simbok nyampe maaaaaassss!!”, seru mbok Parmi, selain tangannya yg mengocok kontolku, kepalaku pun ditahan dg tangannya yg lain seolah tak mengijinkanku melepaskan mulutku dr teteknya.
Mbok Parmi mulai mengejang,dan aku kini memasukkan 3 jari kedalam memeknya yg mengucurkan cairan cintanya yg cukup deras. Aku tak berhenti, kupaksa mbok Parmi orgasme hebat dengan permainan jariku dan mulutku yg giat nyusu bagai bayi kelaparan.
Sekitar 5 menit berlalu sebelum mbok Parmi lemas, dan tentu dg perlahan kulepaskan puting payudara mbok Parmi yg basah dan penuh air liur yg sengaja kutumpahkan di payudara itu.

Kujilat puting itu 2 kali sehingga mbok Parmi mendesah dan bergidik lagi, sepertinya tubuh mbok Parmi jadi jauh lbh sensitif skrg.
“Hhh Hhh edan mas… Mas Alex jago sekali main tangannya”, kata mbok Parmi terengah2, tp tersenyum.
Aku pun merasa bangga mendapat pujian itu,”Haha memek simbok sih asyik banget buat dimainin”
“Haduh mas, ibu2 kok malah dimainin sih”, kata mbok Parmi agak manja.
“Ya kan sama suami sendiri, ndk apa2 lah”
“Ih mas, beneran simbok ngerasa gk enak klo mas bilang gt. Simbok kan pembantunya mas, dan lagi simbok udah tua gini. Apa lg dr bayi jg simbok yg ngurusin mas Alex”, kata mbok Parmi.

Aku meraih wajah mbok Parmi dan ia pun menatap mataku,”Gk usah mikir itu mbok. Kita nikmati aja, toh kita emg udah melakukan hubungan suami istri kan. Pak Kadrun pun sudah nitipin simbok buat Alex dan Alex seneng kok mbok kalau simbok jg mau sama Alex. Gmn?”
Mbok Parmi tertegun tp kemudian mengangguk,”Iya mas, simbok jg mau mas”
Aku pun senang, karena harus aku akui pura2 punya istri STW chubby seperti mbok Parmi membuatku agak panas juga. Pacar2ku dulu jarang ada yg mau main role play seperti ini. Aku hanya bs menyalahkan video2 JAV yg isinya tak hanya sex saja dan tak jarang ada dramanya juga.

Aku pun mengecup bibir mbok Parmi sebelum kemudian berdiri sambil menggenggam tangan mbok Parmi,”Ayo mbok, kita nikmati malam pertama kita”
Mbok Parmi tertawa kecil,”Hihi malam pertama apa mas, kan udah jebpl duluan kemarin itu”
“Hahaha ya gk apa2 lah, udah, seminggu ini mbok Parmi harus bobok sama Alex”, kataku.
Mbok Parmi lagi2 tersipu malu, tp kemudian berdiri dan ikut berjalan denganku tanpa repot2 mengambil baju dasternya yg sudah berserakan di atas karpet ruang tengah. Kami berdua berjalan menuju ke kamarku, aku segera berciuman dg mbok Parmi sambil mendorong tubuh wanita itu perlahan mundur kearah ranjang kamarku yg untungnya memang cukup besar untuk 2 orang.

Lidah kita lagi2 saling bertautan menikmati saliva yg tertukar diantara mulut kita. Begitu mbok Parmi jatuh dan duduk di sisi ranjang, ia dg sigap mengangkat kaosku yg tentu kutangkap dan dg perlahan kulepaskan.
“Cupphh cupphh cupphh kekar sekali kamu mas”, kata mbok Parmi mengecupi perutku yg cukup berotot.
Kubiarkan mbok Parmi memuja perutku sebelum ciumannya turun kebawah dan kemudian ia dg berani menurunkan celana pendekku. Mulut pembantuku itu terus bergerak dalam kecupan2 mesranya yg dg perlahan makin turun.

Aku menanti dg jantung yg berdegup kencang, bibir pembantuku kini sampai di bulu2 selangkanganku dan saat bibir itu sampai di pangkal kontolku rasa nikmat pun mulai muncul.
“Aaaahhh sepongin kontolku mbok…”, kataku.
Mbok Parmi pun menurut layaknya istri yg baik dan mulutnya pun terbuka. Tak lama, kontolku ia lahap dan sensasi sedotan dan jilatan lidah mbok Parmi segera terasa nikmat pada kontolku ini.
“Sllrrp sllrrp slllrrppp keras sekali… Sllrrppp panjang… Mmmhhhhh”

Sesekali mbok Parmi melepaskan mulutnya untuk memuja dan kembali memberikan layanan oral sexnya.
“Aaaahh enak sekali mbok! Jago bangeet!”, seruku memegang kepala mbok Parmi yg maju mundur.
Aku bs melihat kontolku basah kuyup oleh air ludah mbok Parmi, sungguh pemandangan indah nan erotis yg akan kuabadikan didalam kepalaku.
“Slllrppp aaaahhh gk muat mas… Aaah panjang sekali slllrp”, kata mbok Parmi melepaskan kepalanya dr kontolku setelah berusaha mendorong kontolku sedalam mungkin didalam mulutnya. Kini mbok Parmi menjilati kedua zakar dibawah kontolu sementara tangannya mengocok.

“OOOhhhhhh mb… Mboookkk pinter banget ngocoknya… Sering main kontol ya mbok?”, kataku menahan sensasi nikmat yg lagi2 membuatku ingin orgasme.
“Sllrppp kadang mas, tp klo sama bapak katanya gk enak mas sllrrpp sllrrppp”, kata mbok Parmi lanjut mengulum zakarku.
“Duh mbok, enak banget gini.. Mmmhhhhh udah mbok, Alex dah gk tahan, Alex mau keluarnya didalem memek aja”, kataku.

Mbok Parmi pun kelihatannya ingin hal yg sama, ia segera naik keatas ranjang dan menidurkan dirinya dan membuka kedua pahanya yg cukup besar. Memek berjembut lebat dg bibir yg terlihat masih cukup sempit karena tak pernah memproduksi anak akhirnya terpampang bebas untukku. Aku naik keatas tubuh mbok Parmi dan dg mudah, kontolku kujejalkan kedalam memek mbok Parmi. Berkat cairan memek yg sudah ada didalam memeknya dan kontolku yg basah oleh air liurnya, tak perlu usaha keras sebelum mbok Parmi dan aku menikmati kenikmatan percintaan yg wajarnya dinikmati pasangan suami istri.

“Aaaah massshhh pelan2 aja ya mas, biar lamaaaa”, desah mbok Parmi menikmati genjotan di memeknya.
“Iya mbokku sayang, malam ini kita puas2kan nafsu kita”, kataku tak malu2 mengatakan sayang pada istri pura2 ku ini.
“Aaaaah maaaasssshhhh! teruuusshh maskuuuuu”, seru mbok Parmi akhirnya ikut menjiwai perannya sebagai istriku.
Pinggangku terus maju mundur, kontolku pun terus keluar masuk di memek mbok Parmi yg masih cukup sempit dan nikmat luar biasa. Aku dan mbok Parmi berciuman dg begitu agresifnya. Lidah kami terus bertarung dan mbok Parmi terus menengguk air ludahku yg dg senang hati kuberikan padanya supaya ia tak merasa haus.

Plook plook plookkk
“Hebat sekali memekmu mbok! Aku akan entoti terus kamu… Oooohhh nafsumu pasti besar kan?! Iya kan?!”, kataku.
“Iyah maassh aah aaah aaaah simbok pengen kontol terus maaassshhh aaah aaahh aaahh pengen dientot maaassshhh”
“Bagus! Memeku akan terus kusodok pake kontolku tiap hari mbok! Mmmmhhh ooohhh”
Plook plookk plookkk

Kecepatan genjotanku pun makin lama makin cepat. Kedua tangan dan kaki mbok Parmi kini melingkari tubuhku sehingga aku sudah pasti tak akan bs keluar diluar. Tp aku tak peduli, pak Kadrun pernah berkata ada kemungkinan mbok Parmi atau dirinya mandul, jadi aku tak ambil pusing kalau aku keluar didalem. Mungkin diusianya yg hampir 60 tahun mbok Parmi benar2 tak akan bs hamil.
“Aaaah aaaah aaaah aku keluar!! AAAAAHHH KELUAAARRR!!!”
“MAAASS MAAAAAH ALEEXXX!!!”
PLAAAK PLAAAK PLAAAAKKK
Sodokan kontolku makin dalam dan makin keras, aku yakin kontolku sudah sampai di ujung memek dan kini mendorong rahim mbok Parmi. Kupeluk erat wanita tua ini dan kusedot2 lehernya sehingga cupangan akan terlihat begitu aku selesai dg kerjaanku saat ini.
PLAAAAAAKKK!!

Dalam satu sodokan terkuat terakhir, kulepaskan semua kenikmatan yg sedari tadi sudah tak bs lagi kutahan. Aku yakin peju yg keluar dr kontolku akan masuk dg sempurna didalam rahim mbok Parmi. Kalau saja wanita ini tak mandul dan masih muda, pasti akan kubuat dia hamil dg benih2ku ini.
Croooottt!! Crooottt!! Crooootttt

Semburan pejuku segera keluar dg sangat deras dan kencang sehingga mbok Parmi dibuat orgasme hebat. Pelukannya sungguh sangat kencang sementara tubuhnya mengejang. Lagi2 kuberi cupangan di lehernya dan terus menerus kusemburkan pejuku didalam sampai aku merasa stok pejuku sudah berkurang banyak,
Tanka kusadari, peluh keringat sudah banyak menghiasi tubuh kami berdua, aku bahkan tak yakin sudah berapa lama aku menggenjot memek mbok Parmi
Tak lama, pelukan mbok Parmi pun melemas dan kedua tangan dan kakinya kini jatuh di ranjang lagi dan tak lagi membelit tubuhku.
Aku mengangkat tubuhku sedikit dan melihat mbok Parmi terengah2, mukanya terlihat teler dan seperti tak sadarkan diri.
Aku tersenyum, aku tak menyangka akan membuat mbok Surti sampai teler seperti ini.

Cukup puas sehingga aku menarik diriku dan dg perlahan kontolku pun ikut keluar dalam kondisi lemas. Mbok Parmi sempat mendesah saat kami tak lagi menyatu dg alat kelamin kami. Kini aku duduk diantara kedua kaki mbok Parmi yg terbuka lebar,

Di memek mbok Parmi, cairan peju yg putih dan kental merembes keluar. Sungguh pemandangan indah, dan aneh. Aneh, karena ini jelas bukan creampie pertamaku. Dulu pun aku pernah keluar didalem dg salam satu pacarku dan apa yg kuliah tak semenarik ini. Mungkin karena apa yg kulihat bs dibilang sesuatu yg tabu. Tabu, karena mbok Parmi yg seharusnya cukup tua untuk jadi ibuku kini malah harus menerima benih2 remaja sepertiku. Kalau tak ada yg tahu, bisa2 hubungan ini dikira hubungan incest antara ibu dan anaknya. Tp untung kita berdua tak ada hubungan darah, haha.

“Hhh Hhhh mass… Mmmmhhh…”, kata mbok Parmi, jelas masih merasakan buaian kenikmatan dr orgasme hebatnya.
Aku pun merebahkan diri di samping mbok Parmi yg juga membalikkan tubuhnya supaya bs menghadap kearahku meski karena kesulitan agak kubantu juga.
Sebelum bs mengatakan apapun, kulumat sekali lagi bibir mbok Parmi dan sekitar 3 menit kita bersilat lidah. Begitu cukup puas, ku biarkan mbok Parmi bicara.

“Hhh Hhh mas… Makasih banyak mas, simbok bener2 puas mas… “
“Hahaha sama2 mbok, kan udah jd tugas Alex buat muasin mbok Parmi yg jd istri Alex seminggu ini”, kataku membelai wajah mbok Parmi, membersihkan rambut mbok Parmi yg sedikit acak2an dan helaian rambut itu ada yg jatuh diwajahnya.
“Hhhh iya mas… Simbok janji bakal nurut sama mas Alex, moga aja mas juga bs puas sama simbok ya mas”, kata mbok Parmi.

Aku mulai menyeringai, rasanya seru jg kalau aku bikin mbok Parmi jadi binal, apa lg mbok Parmi aslinya cukup alim.
“Hehehe awas lho ntar nyesel mbok”
“Hhh nyesel apa mas, yg ada simbok bersyukur sekali bisa merasakan kepuasan seperti ini, apa lg sama pemuda tampan seperti mas Alex”, kata mbok Parmi terlihat masih ada api birahi dimatanya.

“Mau skali lg mbok?”, tanyaku.
“Ha? Kan baru aja kelar mas”, kata mbok Parmi.
“Iya sih, tp kyknya kontol Alex udah siap lg nih”, kata Alex melihat kebawah.
Mbok Parmi agak kaget, meski sedikit tp jelas kontol Alex berkedut dan mengeras hampir setengah berdiri.
“Astaga mas, baru aja keluar udah bs keluar lagi?”, kata mbok Parmi meraih kontolku.
“Iya lah… Apa lg klo simbok bicara jorok, pasti langsung keras lg mbok”
Mbok Parmi yg alim tentu agak bingung,”Kyk gmn mas?”
“Ya apa aja lah, minta dientot lah, pokoknya yg nakal2 mbok”, kataku merasakan urutan tangan mbok Parmi di kontolku yg masih basah oleh cairan memek dan peju.

Mbok Parmi sedikit berpikir sebelum kemudian berkata,”Aku lontemu mas…. Entotin memek lontemu ini mas”
Alex tercengang, kagum mbok Parmi benar2 bisa bicara jorok seperti ini, dan lagi kemudian mbok Parmi mengangkat salah satukakinya dan dg tangannya yg sebelumnya mengocok kontol Alex kini mengobok memeknya yg kelihatannya masih basah oleh peju.
“Hahaha pinter banget nih istri Alex, ok, bakal Alex entot memek mbok parmi, istri lonteku”, kataku.
Mbok Parmi terlihat malu, tp nafsunya tak bisa ia tutupi. Aku pun ingin ambil posisi lain. Kugenjot mbok Parmi dg posisi mbok Parmi tidur menghadap kesamping dan kakinya diangkat satu yg kini kupegang erat.

Plook plook ploookk
“aaah aaah aaaah maass maaasss”
Sekali lg pinggangku maju mundur, mbok Parmi mencengkram sprei ranjangku sementara kontolku kembali menggenjot memeknya. Sesekali ku gigit2 pergelangan kaki mbok Parmi.
Plak! Plak!

Sesekai kutampar pantat mbok Parmi yg besar dan kenyal, dan sekitar 15 menit kemudian aku orgasme lagi dan tentunya rahim mbok Parmi lah yg jadi targetku.
Setelah puas, aku melepaskan diri lagi dan tiduran disamping mbok Parmi lagi.
Kita tutup malam itu dengan saling cium, tanganku pun meremas2 payudara mbok Parmi yg sungguh luar biasa kenyal dan ukurannya pun benar2 asyik untuk diremas.

Mbok Parmi mengungkapkan betapa ia benar2 puas bisa berhubungan badan seperti ini dan aku pun puas dan bahkan senang bisa orgasme didalam memeknya. Aku menggoda mbok Parmi lg gimana rasanya dientot remaja yg bisa dibilang seumuran dg anak sendiri karena memang aku dirawat mbok Pari sejak kecil layaknya ibu sendiri. Mbok Parmi lagi2 menganggap aku bicara ngawur dan sebagai imbalan sudah memuaskannya, aku pinta supaya tidur sambil mengenyot puting payudaranya.

Mbok Parmi dan aku pun mulai tidur karenaa kita berdua tak hanya puas tp jg lemas. Pembantuku memelukku yg nenen padanya, sesekali kepalaku dikecup dan tak lama kita berdua benar2 tidur nyenyak.
Dibawah, pejuku yg tumpah banyak merembes keluar dr memek mbok Parmi, entah apa yg terjadi pada benih2ku yg kini berenang bebas didalamnya.

Keesokan harinya, aku bangun agak siang di hari liburku. Dan aku tak kaget saat melihat di sampingku mbok Parmi sudah tak ada. Kutebak mbok Parmi sudah bangun td subuh dan kini sudah mulai bekerja.
Aku turun dr ranjang tanpa repot2 memakai baju. Aku melangkah keluar kamar dan berjalan mengambil handuk, tp saat aku hendak ke kamar mandi, mbok Parmi tiba2 saja muncul.
“Astaga mas, kok gk pake baju?”, tanya mbok Parmi terlihat kaget, agak malu tp jelas menahan senyumannya.

Aku tersenyum, melihat mbok Parmi yg pakai daster anehnya membuatku cukup horny. Aku mendekati mbok Parmi yg jelas melirik2 kontolku yg mulai bangkit. Saat aku cukup dekat, kupegang lengan mbok Parmi sebelum kemudian kuraih dagunya supaya menatapku.
“Mandi bareng yuk mbok”, kataku.
“Duh mas, kan mas Alex dah gedhe, masa’ mandi bareng simbok”, kata mbok Parmi.
“Ayolah mbok, kan dulu jg Alex sering mandi bareng”
“Ih mas ini, pasti niatnya lain nih”
“Hahaha tahu aja nih”

Mbok Parmi menahan senyumannya lg tp tak protes saat kutarik dirinya ke kamar mandi. Tak perlu waktu lama sebelum kita mulai main foreplay dibwah shower, tentunya mbok Parmi pun sudah telanjang bulat. Mulutku dan mbok Parmi saling lumat satu sama lain. Tanganku meremas kedua pantat besarnya dan sesekali kujulurkan jari tengahku kedalam belahan pantat itu sehingga mbok Parmi merasa geli. Sementara itu mbok parmi pun sibuk mengocok kontolku yg sudah ngaceng berat sejak melihat body mbok Parmi yg bohai.
“Dulu juga simbok bersihin kontolkuk kyk gini?”, godaku.
“Ih ngawur ah mas, kan mas masih kecil ya gk kyk gini lah”, kata mbok Parmi.
“Hahaha. Trus klo skrg mandiinnya gmn mbok?”

Mbok Parmi seolah tertantang sehingga ia tersenyum dan melepaskan kontolku. Aku pun membiarkan mbok Parmi menurunkan badannya dan jongkok di depan kontolku sebelum kembali memegangi tongkat saktiku ini.
“Klo skrg mas udah gedhe, jd simbok pake ini aja bersihinnya mas”, kata mbok Parmi.
Aku tersenyum lebar, sungguh luar biasa, mbok Parmi yg biasanya alim, malu2 dan terlihat sederhana di tiap harinya bisa terlihat binal dan nakal. Kontolku ia cium2 seolah sedang memuja benda jantanku ini dr pangkal ke ujungnya.
“Uuuhhh beruntung banget pak Kadrun punya istri kyk simbok, servisnya luar biasa…”, pujiku menikmati kontolku dijilat2 lidah mbok Parmi.
“Hihi katanya mas Alex yg jadi suami simbok? slllrppp”
“Mmmhhh iya ya, haha. Ooohhhh sepongin kontol suamimu mbok….”

Mbok Parmi mengeluarkan skill sepongannya yg sudah terlatih, kepalanya maju mundur, lidahnya membelit kontolku dg berbagai gerakan sehingga aku meraung nikmat. Kupegangi kepalanya dan membelai rambut basahnya,
Kepala mbok Parmi menggeleng2 saat kontolku tertusuk seluruhnya kedalam mulutnya sampai aku bisa merasakan tenggorokan simbok. Ooohhh sungguh nikmat luar biasa!

Aku yakin gadis muda tak akan bisa menyaingi pengalaman wanita yg sudah bertahun2 melakukan hubungan sex seperti ini. Dan entah kenapa rasanya lbh enak saat kontolku disepong mbok Parmi. Mungkin rasa tabu yang ada dr hubungan antara remaja dan wanita tua, terlebih aku adalah putra majikannya mbok Parmi lah yg membuat sensasi sex ini sangat nikmat dan panas.
Aku mulai menggila, aku tak tahan lg ingin ngecrot. Aku pegang kepala mbok Parmi dan gantian aku menggenjot mulut mbok Parmi.
Plok plokk plokkk ploookk

“Oohhh ahhhh mboookkk!! Mulutmu emg enaaaak!!!”, seruku menggenjot mulut wanita yg sudah merawatku sejak kecil.
Mbok Parmi terlihat pasrah saja, sesekali tersedak tp tak melawan. Tp saat aku hampir orgasme dan aku katakan itu, mbok Parmi mendorong pahaku sehingga aku kaget dan kontolku lepas.
“Jangan dimulut mas, di memek simbok aja”, kata mbok Parmi berdiri dan membelakangiku.
Aku tak keberatan, ngecrot didalam memek emg gk ada bandingnya. Aku dorong mbok Parmi dan ia menahan tubuhnya dg kedua tangannya di tembok kamar mandi. Sengaja ku arahkan kontolku di memek mbok Parmi yg dg mudah kusodok.
Plok plokkk plokkk plokkkk

Aku mempercepat genjotanku, tanganku mencengkram pantat mbok Parmi yg gemuk dan enak untuk di remas. Ooohhh sungguh nikmat raw sex macam ini, apa lg dg wanita yg dg senang hati aku semprot rahimnya. Kyknya aku benar2 bakal ketagihan ngecrot didalem seperti ini.
Aku menghentak skali lg dan akhirnya kulepaskan jutaan prajurit2 kecilku dalam bentuk cairan kental panas didalam rahim mbok Parmi.

“Aaaaaahhh!! M… Mas Aleeeexxx!!! Enak maaasssshhhh!!”, erang mbok Parmi.
Aku fokus ngecrot semua isi buah zakarku kedalam memek mbok Parmi.
Setelah puas bercinta di bawah shower, mbok Parmi yg sudah agak lemas kubantu membersihkan diri, tentu memeknya ku bersihkan seadanya supaya cairan pejuku tak keluar banyak sebelum aku pun membersihkan diriku. Mbok Parmi tak henti2nya tersenyum saat kita keluar dr kamar mandi dg handuk yg melingkari dibadan kami.
“Eh mbok, gk dilepas aja handuknya?”
“Lho mas, kan masih basah badan simbok”, kata mbok Parmi.
“Udah, biar aku keringin. Sini”

Mbok Parmi pasrah saja, tentu senang aku terlihat ketagihan melihat badan telanjangnya. Aku keringkan badan mbok Parmi dr atas sampai bawah. Tentu aku agak berlama-lama saat membersihkan kedua payudaranya yg menggantung dan kemudian selangkangannya.
“Duh mas, jadi pengen lagi kan simbok”, kata mbok Parmi.

Aku tersenyum, aku pun ingin lagi karena itulah kutawarkan servisku pada simbok. Mbok Parmi membantuku lagi dg mulutnya sebelum kusodok2 lagi memek mbok Parmi diatas karpet ruang tengah. Kita berdua benar2 puas setelah kita orgasme lagi. Mbok Parmi terengah2 tp kemudian ingat tugasnya sebagai pembantu dan pengurus rumah ini. Kubantu ia berdiri dan saat kutanya mau kemana, ia jawab,”Ya mau ambil baju lah mas, simbok mau nyapu dulu”
“Udah, gk usah pake baju aja mbok”, kataku mendekati mbok Parmi.

Mbok Parmi terbelalak,”Ih, malu lah mas”
“Hahaha ngapain malu? Kan aku udah liat mbok, lagian dirumah jg cuma ada kita berdua”, kataku mendekatkan wajahku di wajah mbok Parmi yg kini malah malu2.
“Ih mas ini, kok bisa2nya seneng liat badan ibu2 gemuk kyk simbok”
Aku remas pantatnya sehingga ia mendesah,”Tp simbok suka kan? Hayo harus nurut lho sama suami seminggumu”
“Iya mas”
“Ya udah, simbok jangan pake baju klo ada didalam rumah aja. Siap2 aja Alex entotin kapan aja dan dimana aja”

Mbok Parmi pergi dg senyuman diwajahnya. Dan seperti janjiku, aku pun ikut telanjang seharian itu dan menikmati mbok Parmi melakukan tugasnya dalam kondisi telanjang. Mbok Parmi pun terlihat senang tubuhnya dinikmati mata remaja tampan seperti Alex. Dan saat mulai sange, Alex segera menarik tubuh mbok Parmi dan mulai menggenjot memek pembantunya. Di ruang tamu, di dapur dan ronde ke tiga di belakang rumah saat mbok Parmi menjemur cucian. Saat malam menjelang, mbok Parmi ku peluk2 dan akhirnya begitu nafsu kita naik lagi maka ranjangku mulai bergoyang lagi.

Tak terasa seminggu berlalu dan pak Kadrun kembali dg membawa oleh2 dari kampung. Ia terlihat senang melihat istrinya menyambutnya dg wajah berbinar2. Aku tak kaget, seminggu ini tiap kali aku ada dirumah, aku dan mbok Parmi pasti ngentot sebanyak mungkin. Bahkan 2 hari kemarin aku harus bolos karena mbok Parmi sange berat saat aku bangun dan aku harus memuaskan nafsunya yg tumben2 meledak2.
Mbok Parmi membantu pak Kadrun membawa tas2nya masuk dan karena itu aku jadi punya kesempatan ngobrol dg pak Kadrun.
“Kyknya simbok bener2 puas ya mas”, kata pak Kadrun.
“Hahaha iya pak, saya juga puas bisa ngentot seharian”

Pak Kadrun tertawa,”Ya syukur kalau begitu mas, saya seneng banget lihat simbok kelihatan seneng kyk tadi. Kalo gk karena mas, pasti saya masih stress berat mas, simbok jg pasti sama”
Aku masih sedikit heran, sulit dipercaya ada suami yg senang istrinya digenjot laki2 lain. Tapi selama semua pihak senang, kenapa juga aku harus protes?
“Sama2 pak, oh ya pak, saya mau pake mobilnya dl ya pak”
“Silahkan mas, td bapak udah isi bensinnya juga”, kata pak Kadrun menyerahkan kunci mobil plus surat2 yg kuperlukan.

Aku ingin membiarkan pak Kadrun dan mbok Parmi berduaan dulu, meski sudah menyerahkan situasi sex istrinya padaku tapi aku juga harus menghargai pak Kadrun sebagai suami sah mbok Parmi. Aku juga ingin jalan2 setelah seminggu belakangan ini pulang langsung kerumah dan ngentot sama pembantu STW bahenolku itu.

Setelah seminggu luar biasa itu? Kehidupan berlangsung dg normal. Dan setelah 2 bulan berlalu akhirnya ayahku pulang dr dinas luar negrinya. Harus aku akui, sesekali aku kangen body mbok Parmi dan oral sex juaranya tp mau bagaimana lg. Dan lagi, aku merasa mbok Parmi agak menjauhiku hampir 1 bulan belakangan ini dan tiap kali aku tanya mbok Parmi terlihat sangat segan padaku. Tak nyaman memang tp aku anggap mbok Parmi menghormati ayahku yg skrg ada dirumah.
Dan kini kehidupanku berlangsung seperti biasanya, sampai saat aku pulang kerumah pak Kadrun memintaku ikut dengannya karena ada sesuatu yg ingin ia bicarakan. Ekspresinya terlihat agak gelap dan gugup sehingga aku pikir pak Kadrun hendak pensiun dan pulang kampung dg istrinya.

“Mo ngobrol soal apa pak? Kok kyknya serius banget”, kataku mengikuti pak Kadrun.
“I… Itu mas, saya sama simbok yg mau ngobrol”, kata pak Kadrun berjalan didepanku tanpa menoleh kebelakang.
Aku jadi agak was2 juga karena pak Kadrun jarang terlihat serius atau gugup seperti ini,”Gk diobrolin sama papah dulu pak?”
“K… Klo soal itu mendingan jangan dl mas”

Aku pun heran, hal apa yg harus dibicarakan denganku tp tak bs dibicarakan dg ayahku? Aku mengikuti pak Kadrun ke kamarnya, rupanya mbok Parmi sudah duduk di sisi ranjang dan pak Kadrun kemudian duduk di lantai kamar.
“D…Duduk diatas aja mas, bapak gk apa2 dibawah aja”, kata pak Kadrun saat aku hendak duduk di lantai.
Aku pun duduk disisi ranjang dan kulihat mbok Parmi terlihat pucat, hampir2 seperti hendak muntah sehingga aku bertanya,”Mbok kenapa? Sakit mbok?”
“E… Enggak mas, anu…”
“Mas… Maaf sekali mas, tp… Aduh gimana ya mas…”, kata pak Kadrun terlihat makin tak enak hati.

Aku tak suka dibuat tak nyaman seperti ini, jelas keduanya ada sesuatu yg penting tp sulit untuk keduanya katakan.
“Apaan sih pak, ngomong aja lah. Kalo mbok Parmi sakit ya lgsg periksa aja, klo ada apa2 kan nnti papah bisa bantu”, kataku.
“Y… Ya itu mas, simbokmu sudah periksa kemarin”
“Trus?”, aku agak was2, apakah mbok Parmi baru dapat diagnosa penyakit serius?

Mbok Parmi terlihat gugup setengah mati saat berkata,”I… Ini mas, simbok… Anu…”
Pak Kadrun mengusap kaki mbok Parmi, jelas memberikan keberanian supaya mbok Parmi berkata sesuatu.
“Anu mas, simbok… H… Hamil mas”
Aku terbelalak, tp kemudian berkata,”Wah ya bagus mbok, trus kenapa kok simbok sama bapak kelihatan pucet gini??”
“Y… Ya itu mas, simbok dan bapak kan gk pernah berhubungan badan dan kemarin dokter bilang simbok sudah hamil kira2 hampir 3 bulan. Dan… Dan yg berhubungan badan sama simbok kan…”

Aku merasa bukan main. Skrg semuanya masuk akal, aku memang hampir selalu ngecrot didalam jadi tak heran kalau hal macam ini terjadi. Aku tak pernah berpikir panjang soal itu karena pak Kadrun dan mbok Parmi yakin selain umur, sepertinya simbok mandul. Tp sepertinya dugaan mereka salah.
“Trus… Mau gmn mbok?”, tanyaku agak gugup. Mau bagaimana lagi, ini situasi yg tak akan pernah terlintas dikepalaku.

“Anu mas, bapak dan simbok mau minta ijin mas Alex”, kata pak Kadrun.
“Ijin apa pak?”, kutebak ijin karena tentu ini adalah anak hasil diluar nikah dan mungkin keduanya malu kalau sampai anak ini lahir.
“I… Ijin untuk menjaga anak ini mas”, kata mbok Parmi.
“Ha?”, kataku seolah mbok Parmi berkata dg bahasa lain yg tak kupahami.
“Iya mas, bapak ingin simbok melahirkan anak ini mas”, kata pak Kadrun masih terlihat gugup.

Aku agak tertegun, tentu ini bukan sesuatu yg kupikir akan dengar.
“Jadi, bapak dan simbok mau…”
“Iya mas, simbok sama bapak pengen punya anak mas. Dan… Simbok ndak nyangka simbok masih bisa punya anak mas… Simbok mohon mas, ijinkan simbok melahirkan anak ini mas”, kata mbok Parmi dg tatapan memelas, hampir2 putus asa.

Pak Kadrun pun mendekati kakiku seolah mau menunduk,”Saya mohon mas. Kami tidak akan minta apapun, anak ini jg tak akan tahu siapa ayahnya supaya mas juga tidak terbebani. Tp saya mohon mas, ijinkan kami memiliki anak ini mas”
Alex tersenyum dan kemudian meraih pundak pak Kadrun,”Tenang saja pak, saya gk akan minta simbok”
Pak Kadrun dan mbok Parmi tercengang mendengar itu.
“Beneran mas?”, kata pak Kadrun.
“Saya boleh punya anak mas?”, kata mbok Parmi.

Aku mendekati mbok Parmi dan meraih perutnya yg tetap saja cukup gemuk dg lipatan perutnya, aku malah penasaran sebesar apa perut mbok Parmi saat hamil tua nanti,”Iya mbok, Alex titip anak Alex ya mbok”
Mata mbok Parmi berkaca2 dan tiba2 aku dipeluk,”Terimakasih banyak maaas… Simbok akhirnya punya anak jugaaa Hikss hiksss”
“Iya mas, bapak seneng akhirnya simbok punya anak jg”
“Tp gk apa2 pak? Ini kan bukan anak bapak”, kataku sambil mengelus punggung mbok Parmi yg menangis terharu.

“Hahaha gk apa2 mas, malah bapak seneng. Klo bapaknya mas Alex nnti anaknya juga pasti bakal sama gantengnya, gagahnya dan pinternya kyk mas Alex. Umur segini bapak udah seneng kalau ada anak dr istri bapak mas”, kata pak Kadrun juga terlihat terharu tp menahan air matanya.
Aku pun mengangguk, jujur saja aku tak merasa panik atau takut punya anak diusia belasan seperti ini. Yang ada, malah rasa penasaran dan excitment dr kesuksesan benihku membuahi sel telur seorang wanita dewasa. Ah, sepertinya aku benar2 sudah rusak…

Mbok Parmi melepaskan pelukannya dan kini ekspresi keduanya terlihat lega, santai dan senang. Aku lagi2 melirik perut mbok Parmi, rasa penasaran kembali muncul, seperti apakah anakku nanti? Apakah ada yg heran kalau nanti anak yg lahir memang tampan sepertiku?
Tp sayangnya, mbok Parmi dan pak Kadrun minta ijin untuk pensiun dan pulang ke kampung mereka. Aku sangat kecewa tp mau bagaimana lagi, pak Kadrun takut kalau anak di perut istrinya lahir dan mirip denganku bisa2 ayahku curiga. Dan lagi, aku pun sudah mau kuliah dan itu artinya aku tak akan dirumah jika aku diterima di kampus idamanku. Aku hanya berpesan supaya suami istri ini menjaga anakku sebaik mungkin.